Kubu Prabowo Ajak Penguasa HGU di Lingkaran Jokowi Kembalikan Lahan

Seolah menyindir kembali Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait kepemilikan lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Kalimantan Timur dan Aceh seluas 340.000 hektare (ha), Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkit soal itu.
Kubu Prabowo Ajak Penguasa HGU di Lingkaran Jokowi Kembalikan Lahan
Yusran Yunus - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  09:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Seolah menyindir kembali Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait kepemilikan lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Kalimantan Timur dan Aceh seluas 340.000 hektare (ha), calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkit soal itu.

Dalam pidatonya pada acara bertemakan "Konvensi Rakyat; Optimis untuk Indonesia Maju" di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jabar, Minggu malam (24/2/2019), Jokowi mengatakan dirinya sedang menunggu kesediaan para penerima konsesi lahan dengan ukuran besar untuk mengembalikannya kepada negara.

"Saya tunggu, saya tunggu, saya tunggu, sekarang dan akan saya bagikan untuk rakyat kecil karena masih banyak rakyat yang membutuhkan," kata Jokowi.

Terkait soal konsesi itu, sebelumnya Jokowi menyampaikan bahwa pemerintahannya sejak 2014, telah memberikan konsesi pengelolaan lahan bagi rakyat kecil seluas 2,6 juta ha lahan hutan dari sekitar 12,7 juta ha yang sudah disiapkan tetapi belum dibagikan.

Kubu Prabowo Subianto, ikut angkat suara atas pidato Jokowi tersebut. Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menantang orang-orang di sekeliling Jokowi seperti Erick Thohir, Luhut Binsar Panjaitan, Hary Tanoesoedibjo (Hari Tanoe), Sinar Mas, untuk mengikuti permintaan Jokowi tersebut.

"Ayo Pak @erickthohir Pak Luhut, Pak Hari Tanoe, Sinar Mas dll. Bila Pak @prabowo sprt beliau sampaikan bila memang negara membutuhkan beliau siap, Pak Jokowi tinggal datang saja dan sampaikan, toh dulu beliau dg ikhlas membantu Pak Jokowi, apalagi klo negara yg membutuhkan," kata Dahnil dalam cuitannya di akun Twitter-nya.

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief dalam cuitannya di Twitter, juga tak kalah keras sindirannya. Andi Arief berandai-andai jika dirinya adalah Prabowo, maka akan bertanya kepada Jokowi, kepada siapa akan mengembalikan HGU tersebut.

"Pak Jokowi, saya akan kembalikan HGU saya hari ini. Tetapi sebelumnya saya bertanya, kepada siapa HGU saya akan diberikan nantinya. Kepada Luhut, Erick Thohir, Hary Tanoe atau anak bapas atas nama PT Rakabu Sejahtera?. Ini kalau saya Pak Prabowo," cuit Andi Arief di akunnya, @AndiArief.

Dilansir dari Koran Tempo edisi Selasa, 19 februari 2019, Luhut tercatat berkaitan dengan lahan tambang seluas 683 hektare melalui PT Indomining, anak usaha PT Toba Bara Sejahtra Tbk.

Selanjutnya, ia juga disebut menguasai 8.634,21 hektare lahan sawit melalui PT Perkebunan Kaltim Utama, 2.990 hektare lahan tambang melalui PT Adimitra Baratama Nusantara, serta 3.414 hektare lahan tambang melalui PT Trisensa Mineral Utama.

Menteri Koordinator Bidang kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah masih menguasai saham PT Toba Bara Sejahtra Tbk.

"Selama saya menjadi menteri, tak satu pun bisnis. Silahkan dicek," ujarnya.

Luhut mengakui sebelum menjadi menteri, ia sempat menjadi pengusaha tambang batu bara. "Kalau saya pemilik kan dulu saya pengusaha, semua yang saya dapat itu sebelum saya jadi menteri," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Penguasaan lahan juga dilakoni sejumlah politikus dan pengusaha yang berada di lingkaran Jokowi. Jika ditotal, lahan korporasi yang terhubung langsung dengan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan tim bayangan pendukungnya, melampaui 140 ribu hektare.

Angka ini berasal dari perusahaan-perusahaan yang terhubung dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Surya Paloh, Oesman Sapta Odang, dan Hary Tanoesoedibjo. Jumlahnya akan bertambah lebih besar lagi jika lahan perusahaan tambang PT Adaro Energy Tbk, perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki Garibaldi Thohir, kakak Ketua TKN Erick Thohir, ikut dihitung.

Head of Corporate Secretary Adaro, Febrianti Nadira, balik mempertanyakan anggapan bahwa koneksi Adaro dan Garibaldi bakal memicu konflik kepentingan. Dia mengingatkan, Adaro adalah perusahaan terkemuka yang berdiri sejak 26 tahun silam dan telah mengantongi Proper Emas.

“Adaro juga berkomitmen untuk turut memberikan kontribusi bagi negeri,” kata Febrianti. “Sementara Bapak Garibaldi Thohir merupakan pengusaha yang selama puluhan tahun memiliki reputasi baik di berbagai bisnis yang digelutinya.”


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, HAK GUNA USAHA, Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top