Adik Abu Bakar Ba'asyir Meninggal Setelah Empat Hari Bebas

Adik narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir, Noeim Ba'asyir, meninggal dunia di Solo, Sabtu (23/2/2019) malam.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  04:29 WIB
Adik Abu Bakar Ba'asyir Meninggal Setelah Empat Hari Bebas
Narapidana kasus terorisme Noim Baasyir (kiri) menunjukkan bukti surat keterangan bebas murni begitu keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (19/2/2019). Noim yang adik kandung (napi terorisme) Abu Bakar Baasyir itu bebas murni setelah menjalani pidana pokok selama enam tahun kurungan dengan potong tiga (3) bulan remisi tahanan, terhitung 26 Mei 2014. - Antara/Destyan Sujarwoko

Bisnis.com, SOLO — Adik narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir, Noeim Ba'asyir, meninggal dunia di Solo, Sabtu (23/2/2019) malam. Pria yang baru empat hari menghirup udara bebas ini dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai. "Informasinya seperti itu, masih kita cek," kata Andy melalui pesan singkat kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Minggu (24/2/2019) dini hari.

Menurut Andy, Noeim dikabarkan mengalami serangan jantung sebelum dibawa ke RS Kustati Solo, Sabtu malam. "Info serangan jatung, tadi dibawa ke [RS] Kustati," lanjut Andy.

Namun setelah mendapatkan pertolongan, Noeim kemudian meninggal dunia. Hingga berita ini ditulis, berdasarkan informasi yang diterima JIBI,  jenazah Noeim masih berada di rumah sakit.

Noeim Baasyir Bin Salim Baasyir mendapatkan status bebas murni pada Selasa (19/2/2019) lalu. Sebelumnya, Noeim menjalani masa hukuman selama 6 tahun yang dipotong remisi 3 bulan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Tulungagung, Jawa Timur.

Noeim keluar dari LP Tulungagung sekitar pukul 09.00 WIB dan menumpang kendaraan penjemput Toyota Kijang Innova nopol AD-8906-KA yang telah menunggu di luar.

Wajah Noeim yang dipenuhi cambang saat itu tampak semringah. Dia terus menebar senyuman dan sesekali menjawab pertanyaan wartawan sambil menunjukkan bukti surat bebas murni yang barusan dia dapat dari LP Tulungagung.

"Saya mau ngurus keluarga," kata Noeim Baasyir saat ditanya wartawan tentang aktivitas apa yang akan dilakukannya sekeluar dari lembaga pemasyarakatan, dilansir dari Antara.

Noeim sempat dua kali dipindah dari LP Kelas II A Pamekasan ke LP Kelas II B Tuban. Kemudian dia dipindahkan lagi ke LP Kelas IIB Tulungagung hingga masa hukumannya selesai.

Dimakamkan di Sukoharjo

Mantan Narapidana kasus teroris, Noeim Ba'asyir meninggal dunia dan jenazahnya rencana dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Polokarto di Sukoharjo, Minggu.

Menurut Adik kandung Noeim, Muhammad Fauzi, jenazah Noeim rencana akan dimakamkan ke tempat pemakaman Polokarto Sukoharjo, dan berangkat dari rumah duka di Jalan Kenong, Kelurahan Joyotakan RT 03 RW 04, Serengan, Solo, sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut Muhammad, kakak kandungnya tersebut meninggal di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati, Solo, pada Sabtu (23/2) sekitar pukul 21.00 WIB.

Almarhum merasakan sesak nafas ketika sedang berangkat menuju acara pernikahan temannya.

"Kakaknya itu, memang memiliki riwayat penyakit asma. Dia Saat ditangani oleh tim dokter di rumah sakit, tidak sadarkan diri," katanya.

Namun, Noeim meninggal dunia karena sakit jantung. Noeim ini, keponakan dari keponakan Abu Bakar Ba'asyir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Abu Bakar Baasyir

Sumber : Solopos & Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup