Heboh HGU Lahan Prabowo dan Pertemuan Rahasia Jokowi dengan Bos Freeport

Pernyataan capres Jokowi soal Prabowo menguasai lahan 340 ribu hektare di Kalimantan Timur dan Aceh pada debat capres putaran II menimbulkan efek berantai, dan debat di antara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin dan BPN Prabowo-Sandi. Isu HGU lahan Prabowo ini berimbas pada pengungkapan divestasi PT Freeport Indonesia yang diungkap Sudirman Said. Begini rentetan cerita kehebohan HGU tanha Prabowo hingga pertemuan rahasia Jokowi dengan bos Freeport.
Nancy Junita Nancy Junita | 22 Februari 2019 06:28 WIB
Heboh HGU Lahan Prabowo dan Pertemuan Rahasia Jokowi dengan Bos Freeport
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said (kanan) saat akan memberikan Pidato Kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/21019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Debat capres 2019 putaran II yang digelar Minggu (17/2/2019) sudah berlalu, namun efeknya masih bergema hingga hari ini, Jumat (22/2/2019). Malah, keriuhan debat itu justru muncul dan membuat heboh setelah debat capres putaran II selesai, membuat masyarakat tak habis pikir.

“Sesungguhnya, debat capres itu di panggung debat atau setelah debat selesai?”

Wajar, masyarakat bertanya demikian, karena sejak debat capres putaran II selesai, setiap hari selalu ada debat antara kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

Ada saja topik yang diperdebatkan kedua tim. Saling buka hal-hal yang awalnya diketahui segelintir orang, menjadi terbuka ke publik. Dari sisi mayarakat, boleh jadi ini menambah pengetahuan karena pada debat capres Jokowi dan Prabowo terungkap data-data yang tak diketahui.

Tentu, kalau data yang merupakan fakta itu benar akan menambah wawasan, celakanya kalau data-data yang diungkapkan Jokowi dan Prabowo adalah salah, maka hal ini menimbulkan persepsi beragam.

Bagi kubu lawan politik, data yang kurang tepat bisa ‘digoreng’ sampai ‘panas’ dan berefek buruk, terlebih pada zaman ‘now’ yang serba digital dan internet, serta komunikasi supercepat lewat ‘smartphone’.

Celakanya, jika data yang disampaikan di panggung debat tak tepat, maka dengan gampangnya masyarakat melabeli hal itu sebagai kebohongan (#bohong), dan dengan cepat menyebar di antara warganet.

Itulah sebabnya, para jurnalis membuat cek fakta dan data untuk mengoreksi data yang disampaikan capres Prabowo dan Jokowi di panggung debat.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup