Gara-gara Pemilu, Orang Saling Mengafirkan

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan karena pemilihan umum orang saling mengafirkan.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  06:02 WIB
Gara-gara Pemilu, Orang Saling Mengafirkan
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila Mohammad Mahfud MD memberikan sambutan saat diskusi kebangsaan Indonesia Emas 2045, di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan karena pemilihan umum orang saling mengafirkan.

 “Karena pemilu orang saling mengafirkan, mengungkit-ungkit kesalahan orang yang belum tentu benar. Karena pemilu, karena paslon (pasangan calon) orang sudah saling tuding, yang satu pro asing, yang satu pro pribumi. Satu China, satu pribumi, satu Arab, satu Jawa, satu luar Jawa. Itu sesuatu yang berbahaya,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini di Stasiun Tugu Yogyakarta, Selasa (19/2/2019) malam.

Padahal, kata Mahfud MD kepentingannya hanyalah pemilu. Satu hari dan setiap orang mungkin hanya lima menit dalam memilih. Itu untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat selama lima tahun.

 “Kenapa kita harus bertengkar dan mengorbankan bangsa ini. Kami datang untuk kampanye mengingatkan ini,” kata Mahfud.

Mahfud mengajak semua masyarakat dalam pemilu seolah-olah adalah pesta. Tidak ada pesta yang membuat sedih. Pesta harus membuat orang gembira.

“Di dalam pesta yang sempurna, saudara boleh memilih makanan apa saja yang disediakan oleh panitia atau tuan rumah. Dan kemudian saling bersenyum satu dengan yang hadir. Sesudah berpesta saling berpelukan lalu dengan haru berpisah. Mudah-mudahan bertemu di pesta berikutnya,” kata Mahfud.

Ia menyebut Indonesia adalah anugerah yang luar biasa. Negara dibangun dan diberikan oleh Allah dalam kebersatuan. Dulu Indonesia dibangun oleh semua unsur bangsa. Sukunya terdiri dari 1.360 suku dengan 762 bahasa. Agama ada enam yang tertera dalam undang-undang.

Pulau di Indonesia ada 17.504 buah. Penduduknya saat ini 260 juta lebih, saat Indonesia merdeka baru ada 70 -75 juta penduduk. Mereka bersatu membangun Indonesia dan merdeka karena semangat nasionalisme.

“Bersatu, bersama kita membangun negara ini dan kita sekolah, kita bisa bekerja, bisa nyaman. Tidak seperti dulu tidak merdeka,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019, pileg 2019

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top