Super Snow Moon: Ini Asal-usul Nama Bulan Purnama Perige Malam Ini

Purnama malam ini dijuluki "super snow moon" dan nama tersebut digunakan oleh penduduk asli Amerika dan Eropa untuk menandai musim dingin yang jatuh pada Februari.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  20:59 WIB
Super Snow Moon: Ini Asal-usul Nama Bulan Purnama Perige Malam Ini
Supermoon: Nama super snow moon digunakan penduduk asli Amerika dan Eropa - NASA

Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena bulan purnama perige atau Supermoon menghiasi langit Indonesia malam ini, Selasa (19/2/2019). Supermoon malam ini adalah fenomena kedua yang terjadi pada 2019 setelah hal serupa terjadi 21 Januari lalu.

Supermoon malam ini memiliki keistimewaan tersendiri. Ia merupakan supermoon terbesar yang bisa diamati karena berada di titik terdekatnya dengan bumi.

Berbeda dengan supermoon bulan Januari yang disebut dengan "super blood wolf moon", purnama Februari ini mendapat julukan "super snow moon". Dari mana asal nama ini?

CNN melansir bahwa bulan purnama yang terjadi setiap bulan sejatinya memiliki nama masing-masing. Nama-nama itu merepresentasikan kondisi paling signifikan saat purnama terjadi.

Penamaan tersebut dilakukan lantaran ratusan tahun silam, masyarakat di berbagai belahan dunia cenderung melihat siklus bulan untuk menandai perubahan musim.

Penduduk Amerika asli dan Eropa menamai bulan Februari sebagai "bulan salju" atau "snow moon" karena pada bulan ini salju kerap turun dengan intensitas tinggi.

Bulan Februari juga dijuluki sebagai "bulan tulang-belulang" atau "bulan kelaparan" karena stok makanan yang sedikit selama musim dingin.

Supermoon kali ini sangat kontras dengan yang terjadi pada 2018 karena saat itu tak ada bulan purnama pada Februari. Fenomena ini disebut Black Moon dan terjadi hanya sekali setiap 19 tahun. Black Moon terjadi karena terdapat dua purnama pada Januari dan Maret.

Adapun menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bulan akan berada di perige mulai pukul 16.02 WIB dengan jarak Bumi-Bulan sejauh 356.761 kilometer. Fase purnama akan mencapai puncak pukul 22.53 WIB dan bisa diamati di seluruh langit Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
supermoon

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top