Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prabowo Bertekad Pulangkan Kekayaan WNI Rp11.400 Triliun di Luar Negeri

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertekad memulangkan kekayaan Warga Negeri Indonesia (WNI) yang saat ini disimpan di luar negeri sekitar Rp11.400 triliun untuk disimpan di Tanah Air.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat kunjungan di Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019)./ANTARA-Yusuf Nugroho
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat kunjungan di Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019)./ANTARA-Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertekad memulangkan kekayaan Warga Negeri Indonesia (WNI) yang saat ini disimpan di luar negeri sekitar Rp11.400 triliun untuk disimpan di Tanah Air.

Kekayaan nasional yang disimpan di luar negeri tersebut diungkapkan oleh pemerintah dan dicoba ditangani dengan kebijakan tax amnesty namun dinilai tidak membuahkan hasil memuaskan.

Prabowo mengungkap hal tersebut dalam Pidato Kebangsaannya berjudul "Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan dan Air" di Grand Ballroom Po Hotel Semarang Paragon Mall, Jumat (15/02/2019) sore.

"Jangan ada yang marah dengan pernyataan saya ini, hanya memperingatkan. Kondisi ini jika dibiarkan terus terjadi, akan membuat keadaan negara kita semakin terpuruk. Kalau kekayaan kita terus keluar ke luar negeri, kekayaan yang kita miliki suatu saat tidak akan mampu membiayai seluruh rakyat kita, yang mencapai 260 jutaan lebih dan setiap tahun lahir generasi baru sekitar 3,5 juta jiwa," kata Prabowo.

Menurut mantan Danjen Kopassus ini, jika kekayaan nasional itu tidak mengalir ke luar negeri, tetap berada di dalam negeri, akan bermanfaat bagi pembangunan ekonomi nasional dan meningkatkan taraf kehidupan seluruh rakyat Indonesia di seluruh pelosok Nusantara.

"Jika saya, Prabowo, dan Sandiaga Uno, mendapat mandat dari rakyat Indonesia, Insha Allah akan mengembalikan kedaulatan negeri ini. Berdaulat dalam mengelola kekayaan untuk dikelola sendiri dan digunakan untuk memajukan negara dan mensejahterakan rakyat Indonesia," kata Prabowo berapi-api.

Dalam pidato berdurasi sekitar 1 jam tersebut Prabowo mengingatkan di masa depan perang akan bermotifkan perebutan kekayaan sumber daya alam meliputi energi, pangan dan air.

Untuk itu, kata Prabowo, dibutuhkan pemerintahan yang kuat dan profesional di semua lini, tidak bisa disogok dan terbebas dari praktik korupsi, yang ditawarkan oleh pihak-pihak yang ingin menguasai kekayaan sumber daya alam negeri ini yang jumlahnya sangat melimpah dan menggiurkan.

"Kita harus memanfaatkan kekayaan alam yang kita miliki itu untuk memajukan negara dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh ada rakyat yang kelaparan, kekurangan gizi dan miskin," ujar Prabowo.

Untuk mengawal pemerintahan yang akan dibentuknya jika rakyat Indonesia memberinya mandat melalui Pemilu Presiden 17 April 2019, Prabowo berjanji merekrut putra-putri terbaik, tanpa memandang Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA), asal partai politik, guna membentuk pemerintah yang kuat dan berwibawa serta sepenuhnya mengabdi kepada negara dan rakyatnya.

"Saya bersama Sandiaga Uno bisa melakukan semua itu, jika rakyat Indonesia memberikan mandatnya kepada kami. Mohon doanya semua. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Merdeka, Merdeka!" tegas Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Yusran Yunus
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper