PDB Jepang Kembali Bangkit

Ekonomi Jepang kembali bangkit pada kuartal IV/2018 didorong oleh pemulihan pada bisnis dan belanja konsumen pasca bencana alam yang terjadi pada September tahun lalu.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  20:14 WIB
PDB Jepang Kembali Bangkit
Seorang pekerja berjalan di areal pabrik yang berada di zona industri Keihin, Kawasaki, Jepang (8/3/2017). - .Reuters/Toru Hanai
Bisnis.com, JAKARTA -- Ekonomi Jepang kembali bangkit pada kuartal IV/2018 didorong oleh pemulihan pada bisnis dan belanja konsumen pasca bencana alam yang terjadi pada September tahun lalu.
Meski demikian, risiko dari perang dagang antara China dan Amerika Serikat serta rencana pemerintah untuk menaikkan pajak penjualan nasional menjadi 10% dari 8% akan menghambat pertumbuhan tahun ini.
Realisasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,4% pada Oktober hingga Desember tahun lalu serasi dengan estimasi median dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters.
Pencapaian ini merupakan kemajuan dari grafik yang sempat terkontraksi pada Juli - September 2018 hingga menyentuh angka -2,6% akibat bencana banjir dan gempa bumi yang menghambat proses produksi.
Pada bulan September, sebuah gempa bumi besar memicu pemadaman listrik di pulau Hokkaido utara, diikuti topan parah yang merusak bandara dan infrastruktur transportasi di Jepang bagian barat.
Meski demikian bisnis dengan cepat melanjutkan operasi secara normal pasca bencana.
PDB naik 0,3% dibandingkan kuartal sebelumnya, sedikit kurang dari estimasi median untuk pertumbuhan sebesar 0,4%.
Hiroshi Miyazaki, ekonom senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, mengatakan bahwa meskipun angka PDB telah pulih, tetapi Jepang masih merupakan ekonomi yang kehilangan momentumnya.
“Semakin lama sengketa perdagangan [berlangsung], semakin banyak perusahaan Jepang yang harus menghentikan belanja modal. Gesekan perdagangan berarti ekspor yang lebih lemah. Pertumbuhan keseluruhan Jepang tahun ini tidak akan secepat tahun lalu atau tahun sebelumnya," kata Miyazaki seperti dikutip melalui Reuters, Kamis (14/2).
Belanja modal adalah pendorong pertumbuhan PDB terbesar pada kuartal IV/2018 yang tercatat tumbuh 2,4% dimana perusahaan melakukan pembelian peralatan manufaktur dan alat berat untuk konstruksi.
Sementara itu, konsumsi masyarakat yang menyumbang sekitar 60% dari PDB merupakan pendorong pertumbuhan terbesar kedua.
Konsumsi tercatat naik sebesar 0,6%, sedikit di bawah estimasi pasar yakni sebesar 0,8% setelah penurunan sebesar 0,2% pada kuartal sebelumnya.
Seorang pejabat kantor kabinet Jepang mengatakan bahwa konsumsi masyarakat didorong oleh pengeluaran seperti menginap di hotel dan makan di restoran. Namun sebagian pencapaian tersebut merupakan rebound dari penurunan pada kuartal sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi jepang

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top