Yenny Wahid Sebut Ada Konsekuensi Jika Fadli Zon Enggan Meminta Maaf ke Mbah Moen

Putri Abdurrahman Wahid mantan Presiden RI ke-4, Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid atau akrab disapa Yenny Wahid menilai keengganan Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta maaf kepada Kiai Maimun Zubair terkait puisi kontroversialnya, justru akan merugikan dirinya sendiri.
Aziz Rahardyan | 12 Februari 2019 21:34 WIB
Yenny Wahid - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Putri Abdurrahman Wahid mantan Presiden RI ke-4, Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid atau akrab disapa Yenny Wahid menilai keengganan Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta maaf kepada Kiai Maimun Zubair terkait puisi kontroversialnya, justru akan merugikan dirinya sendiri.

Yenny mengatakan meskipun secara eksplisit puisi bertajuk 'Doa yang Tertukar' tidak ditujukan kepada kiai yang akrab disapa Mbah Moen tersebut, namun opini publik cenderung berkata lain.

"Sebagai tokoh publik, apapun, kita berpendapat, kita berekspresi, itu akan bisa menimbulkan multi interpretasi di kalangan masyarakat. Ada yang kemudian menanggapi negatif, ada yang positif," ujar Yenny ketika berkunjung ke kediaman KH Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo 12, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

"Sebetulnya ya, agak merugikan beliau [Fadli Zon] sendiri kalau beliau mengambil sikap yang terlalu defensif. Mungkin kalau lebih lentur, apapun, publik masih menjunjung etika. Walaupun tidak dikatakan secara langsung tetapi opini publik memang berkesimpulan puisi itu ditujukan kepada Mbah Maimoen," tambahnya.

Sebenarnya Yenny secara pribadi tidak menganggap puisi tersebut bermasalah. Tetapi, kecenderungan Fadli yang terlalu defensif dianggapnya memiliki konsekuensi, terutama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kalau suatu ekspresi kemudian dipandang sebagai suatu hal yang tidak beretika, maka akan menimbulkan sebuah sikap yang tidak simpatik di tengah tengah masyarakat," jelas Yenny.

"Pastinya warga NU merasakan kedekatan dengan mbah Maimoen Zubair. Jadi kalau ada ekspresi tokoh manapun, kemudian seolah-olah diposisikan menyerang beliau, maka ya, pasti tidak akan menimbulkan kesan yang simpatik dikalangan NU," imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah kalangan santri menuntut Fadli Zon untuk meminta maaf lantaran puisi 'Doa yang Tertukar' yang diunggah Fadli di Twitternya, dinilai telah menyindir Mbah Moen.

Namun, Fadli Zon enggan meminta maaf karena merasa puisi yang ditulisnya tidak ditujukan untuk Mbah Moen. Fadli pun meminta agar puisinya tidak dipolitisasi.

Tag : prabowo subianto, Pilpres 2019
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top