Ketum PSI Grace Natalie Sebut Ada Parpol Nasionalis Gadungan

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Grace Natalie menyebut ada kaum nasionalis gadungan. Ia dengan berapi-api menuding adanya orang yang mengaku nasionalis tetapi sebenarnya tidak nasionalis.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  04:05 WIB
Ketum PSI Grace Natalie Sebut Ada Parpol Nasionalis Gadungan
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) untuk mengadukan sulitnya kader perempuan ikut serta dalam kontestasi politik, di Gedung Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (19/11). - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Grace Natalie menyebut ada kaum nasionalis gadungan. Ia dengan berapi-api menuding adanya orang yang mengaku nasionalis tetapi sebenarnya tidak nasionalis.

Grace berpidato di acara Festival 11 Jogjakarta di Jogja Expo Center Senin (11/2/2019) malam. Judul pidato politiknya adalah 'Musuh Utama Persatuan Indonesia'.

“Nasionalis gadungan adalah semua partai politik atau orang yang mengategorikan nasionalis, tetapi ketika ada peristiwa-peristiwa intoleransi diam saja. Bahkan dalam banyak kasus justru partai-partai nasionalis yang paling rajin merancang, merumuskan sampai menggolkan perda-perda diskriminatif di hampir seluruh kabupaten/kota. Itu nasionalis gadungan,” kata Grace di Jogja Expo Center.

Grace menyebut ada dua ancaman yang membayangi persatuan Indonesia. Yaitu keberadaan kaum intoleran yang setiap hari mengumbar kebencian. Kemudian, adanya para koruptor yang melemahkan gerakan persatuan masyarakat.

Kalau ada orang menyebut dirinya nasionalis, namun di belakang masih mencuri uang rakyat, mereka lebih pantas disebut nasionalis gadungan.

“Nasionalis gadungan, bro dan sis, adalah orang-orang yang ngakunya nasionalis tapi ikut-ikutan meloloskan perda-perda agama yang diskriminatif,” kata Grace.

Grace menyebut nasionalis gadungan adalah kekuatan politik tengah yang bungkam, diam seribu bahasa ketika seorang ibu, Ibu Meliana dipersekusi. Kasus Meiliana bermula saat dia keberatan terhadap pengeras suara azan dari Masjid Al Maksum Tanjungbalai, Sumatra Utara, pada 29 Juli 2016. Ia divonis 18 bulan penjara.

“Kaum nasionalis-moderat perlu suntikan darah segar. Sebuah fraksi baru di parlemen, untuk menemani kelompok nasionalis-moderat yang sudah ada, agar lebih berani dan tegas dalam menegakkan persatuan," kata Grace mengakhiri pidatonya.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai politik, partai solidaritas indonesia

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top