Cawapres Saling Sindir Ekonomi Halal, Ini Kata Zainul Majdi

Mantan gubernur yang terbukti sukses membangun wisata halal di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini terang-terangan menyebut cawapres besutannya, KH Ma'ruf Amin, memiliki kapasitas lebih untuk mewujudkan wacana tersebut.
Aziz Rahardyan | 08 Februari 2019 00:53 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), menjawab pertanyaan saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (9/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Saling sindir dua Cawapres KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno soal wacana Indonesia sebagai pusat ekonomi halal, ditanggapi politisi Partai Golkar Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

Mantan gubernur yang terbukti sukses membangun wisata halal di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini terang-terangan menyebut cawapres besutannya, KH Ma'ruf Amin, memiliki kapasitas lebih untuk mewujudkan wacana tersebut.

"Beliau itu punya rekam jejak yang sangat kuat di dalam masalah dalam merumuskan regulasi regulasi yang terkait dengan ekonomi Islam. Di perbankan, jaminan produk halal," jelasnya di Posko TKN Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

"Kemudian juga termasuk juga beberapa regulasi yang lain, ada Undang-Undang Haji, wakaf, asuransi syariah, dan banyak sekali yang beliau bagian dari yang merumuskan, bahkan menginisiasi setelah memegang langsung termasuk terkait dengan, misalnya produk-produk halal," tambahnya.

Oleh sebab itu, TGB berharap ekonomi Islam turut dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi nasional, apabila Jokowi-Ma'ruf diberikan kesempatan untuk menjalankan pemerintahan lima tahun mendatang.

"Saya berharap, kalau Allah memberikan takdirnya untuk menang, beliau bisa mengeksekusi banyak gagasan-gagasan yang sekarang sebagian sudah terbukti," ungkapnya.

Sebelumnya, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam acara Inisiatif Indonesia Menang Pusat Ekonomi Halal Dunia, Jumat (1/2/2019), menjanjikan target Indonesia berada di peringkat 5 besar negara ekonomi halal dalam lima tahun dan menjadi pusat ekonomi halal dunia dalam 10 tahun mendatang.

Seperti diketahui, menurut data State of the Global Islamic Economy Report2018/19, Indonesia berhasil naik ke peringkat 10 besar indeks Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dengan skor 45, sama dengan Brunei. Sebelumnya, Indonesia menduduki peringkat 11 dengan skor 42.

Skor GIEI tertinggi saat ini berturut-turut ditempati Malaysia (127), Uni Emirat Arab (89), Bahrain (65), Arab Saudi (54), Oman (51), Jordan (49), Qatar (49), Pakistan (49), dan Kuwait (46).

Dari 6 aspek indikator GIEI yang dinilai, yaitu Makanan Halal, Keuangan Syariah, Pariwisata Halal, Mode Busana Halal, Media dan Hiburan Halal, serta Obat-obatan dan Kosmetik Halal, Indonesia belum bisa menduduki peringkat pertama dari salah satunya.

Sayangnya dari 6 aspek tersebut, Indonesia hanya berhasil mendapatkan peringkat terbaik di urutan ke-2 dalam aspek Mode Busana Halal, peringkat ke-4 aspek Pariwisata Halal, dan peringkat ke-10 aspek Keuangan Syariah.

Tag : sandiaga uno, Pilpres 2019
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top