Maduro Tolak Pilpres Ulang, Negara Eropa Resmi Akui Guaido Sebagai Presiden

Inggris, Spanyol dan Prancis mengumumkan pada Senin (4/2/2019) bahwa mereka mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden interim negara tersebut.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  17:20 WIB
Maduro Tolak Pilpres Ulang, Negara Eropa Resmi Akui Guaido Sebagai Presiden
Presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela, melawan Presiden Nicolas Maduro. Deklarasi dilakukan berbarengan dengan peringatan 61 tahun berakhirnya kediktatoran Marcos Perez Jimenez di Caracas, Venezuela, Rabu (23/1/2019). - Reuters/Carlos Garcia Rawlins

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah negara Eropa termasuk Inggris, Spanyol dan Prancis mengumumkan pada Senin (4/2/2019) bahwa mereka mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden interim negara Amerika Selatan tersebut.

Aksi kompak ini adalah kelanjutan dari peringatan yang dikeluarkan negara Eropa pekan lalu. Mereka menyatakan akan mengakui Guaido secara resmi apabila Presiden Nicolas Maduro tak memberi kepastian untuk melaksanakan pemilihan presiden ulang hingga Senin.

"Nicolas Maduro tak kunjung menyatakan akan melaksanakan pemilihan presiden baru dalam waktu 8 hari yang kami tetapkan. Oleh karena itu, Inggris bersama negara Eropa mengakui @jguaido sebagai presiden interim sampai pemilihan yang kredibel dapat diadakan," tulis Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt lewat akun Twitter-nya.

Hunt menyatakan dengan pengakuan itu, dia berharap krisis ekonomi dan kemanusiaan di Venezuela dapat berakhir.

Senada dengan Inggris, Menlu Spanyol Pedro Sanchez juga mengumumkan keberpihakan pemerintahannya terhadap Guaido. Dalam tayangan di televisi setempat, Sanchez mengakui legitimasi Guaido sebagai pemimpin.

"Saya mengakui pemimpin majelis Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden sementara Venezuela," kata Pedro sebagaimana ditulis Reuters.

Sementara itu, Maduro ketika diwawancarai di Caracas menolak ultimatum negara-negara Eropa untuk mengadakan pemilihan ulang dan dia menyebut Eropa hanya mencoba menyudutkan Venezuela.

"Mengapa negara Uni Eropa harus mengatakan negara lain di dunia yang telah melaksanakan pemilihan presiden untuk mengulanginya. Alasannya karena pemilihan itu tak dimenangi oleh sayap kanan yang mereka dukung," kata Maduro sebagaimana dikutip Channel News Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uni eropa, venezuela

Sumber : Channel News Asia & Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top