PILPRES 2019: Strategi JK Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin, Ulang Kejayaan 2014

Dewan Pembina Jenggala Center sekaligus Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pihaknya siap memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 03 Februari 2019  |  22:41 WIB
PILPRES 2019: Strategi JK Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin, Ulang Kejayaan 2014
Jusuf Kalla - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Pembina Jenggala Center sekaligus Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pihaknya siap memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dia bahkan sudah menginstruksikan agar relawan dan pendukungnya mengulang kembali prestasi yang ditorehkan saat dirinya dan Jokowi memenangkan Pilpres 2014.

Salah satu caranya yakni dengan mengaktifkan kembali Jenggala Center, organisasi yang didirkan saat masa kampanye Pilpres 2014.

"Ini kumpulan dari teman-teman baik yang berisi kumpulan dari relawan dari tingkat provinsi, wilayah, dan daerah. Kami tentu siap [memenangkan Jokowi-Ma'ruf]. Kembali seperti 2014," ujarnya seusai Rapat Konsolidasi Nasional Jenggala Center di Jakarta pada Minggu (3/2/2019).

Berdasarkan pantauan Bisnis, JK yang didampingi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir sempat memberikan arahan kepada kelompok relawan Jenggala Center secara tertutup.

Dalam rapat tersebut, Ketua Panitia Nasional Rapat Koordinasi Jenggala Center Ibnu Munzir menuturkan JK secara gamblang meminta seluruh kader solid memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

JK juga menginstruksikan agar relawan Jenggala untuk kembali menghidupkan jaringan-jaringan yang ada di berbagai provinsi. "Kami punya jaringan di 34 provinsi, tetapi yang dihidupkan hanya 27 provinsi karena beberapa provinsi sudah dalam posisi aman," ungkapnya.

Ibnu menuturkan beberapa wilayah akan akan dipacu oleh relawan tidak sebatas di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia timur. Menurutnya, tim juga akan merambah ke Sumatra Barat dan Aceh meskipun secara psikologis dia sadar bahwa kedua provinsi itu dikuasai paslon no 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ibnu mengatakan target relawan di provinsi tersebut bukan untuk mendulang kemenangan melainkan memperkecil selisih perolehan suara.

"Kami tak berharap banyak langsung melampaui, tetapi paling tidak selisih kekalahan diperkecil. Contohnya Jawa Barat, dulu itu jomplang sekali. Begitu tim kami turun selisihnya jadi sangat kecil," tambahnya.

Ibnu menuturkan ada perbedaan strategi yang dilakukan relawan Jenggala Center saat Pilpres 2014 dengan Pilpres 2019. Menurutnya, pada 5 tahun yang lalu Jusuf Kalla maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi.

Selain itu, posisi Jokowi dan Prabowo sama-sama penantang baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Susilo Bambang Yudhoyono. Kali ini, Jokowi saat ini menyandang status sebagai petahana atau incumbent.

Salah satu cara yang dilakukan yaitu pendekatan secara personal ke lapangan atau door to door. Buktinya, ujarrnya, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sudah mencapai 51% di tingkat nasional dan naik 5% di Sulawesi Selatan.

Cara lainnya, relawan Jenggala Center memasang baliho atau poster yang bertuliskan dukungan JK terjadap Jokowi-Ma'ruf.

"Kami sadar betul, Jenggala ini membuat kami memenangkan pertarungan Jokowi-JK. Nah tentu saja harapannya besar. Kalau pak JK dan Jenggala turun, insya Allah semuanya kembali pada posisi yang diharapkan, itu bisa terwujud," ucap Ibnu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, Pilpres 2019

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top