China Blokir Situs Pencari Bing

Dilansir Bloomberg, seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pemblokiran tersebut bukan karena adanya upaya penyensoran oleh pemerintah. Bing saat ini telah dapat di akses kembali di China.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  07:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – China memblokir sementara situs pencari milik Microsoft Corp., Bing, menyusul adanya kesalahan teknis yang tidak disengaja.

Dilansir Bloomberg, seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pemblokiran tersebut bukan karena adanya upaya penyensoran oleh pemerintah. Bing saat ini telah dapat di akses kembali di China.

Badan Administrasi Cyber China belum berkomentar mengenai hal ini. Sementara itu, juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying mengalihkan komentar ke otoritas kompeten lain yang relevan.

"Beberapa laporan mengatakan itu karena masalah teknis, Anda harus bertanya pada pihak lain,” katanya kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).

Microsoft mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa layanan Bing telah dipulihkan di China setelah tidak dapat diakses, namun tidak memberikan penjabaran lebih lanjut.

Insiden ini menyoroti risiko yang dihadapi oleh perusahaan teknologi di China, yang kerap dibatasi oleh badan pengawas dengan melakukan pelarangan, pemblokiran, dan bahkan penghapusan layanan populer karena berbagai alasan. Pemerintah biasanya tidak menjelaskan tindakan atau pembenarannya.

Langkah untuk memblokir Bing akan mengejutkan karena Microsoft telah berupaya untuk membangun operasi bisnis dengan tunduk pada persyaratan Beijing. Tidak seperti Google Alphabet Inc., yang menarik mesin pencariannya beberapa tahun yang lalu untuk menghindari sensor pemerintah, Microsoft mematuhi dan menghentikan konten yang dianggap ilegal agar tidak muncul dalam hasil pencarian.

Produk internet Microsoft lainnya seperti layanan komputasi awan Azure tetap online dan tersedia, menurut beberapa pelanggannya.

Pemadaman layanan ini terjadi ketika China meningkatkan dorongan untuk membatasi internet domestik, yang dianggapnya sebagai ancaman yang semakin besar terhadap stabilitas sosial.

Presiden Microsoft Brad Smith mengatakan perusahaan itu belum yakin apakah insiden Bing mencerminkan masalah yang lebih luas.

“Ini bukan pertama kalinya kami mengalami masalah seperti ini karena berada di China. Ini memang muncul secara berkala,” katanya kepada audiensi di World Economic Forum di Davos, Swiss.

“Kami mematuhi serangkaian prinsip inisiatif jaringan global ketika dengan layanan pencarian di China, dan itu berarti ada hari-hari ketika ada negosiasi yang sulit atau bahkan ketidaksepakatan, tetapi kami tidak mengetahui adanya negosiasi atau ketidaksepakatan yang sedang terjadi."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
microsoft

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top