Ada Supermoon, tapi Gelombang Pasang di Pesisir Pantai Selatan Yogyakarta Aman

Supermoon (fenomena bulan penuh) yang terjadi Sabtu—Selasa 19—22 Januari 2019 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap kenaikan pasang air laut di pesisir selatan Yogyakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Januari 2019  |  20:33 WIB
Ada Supermoon, tapi Gelombang Pasang di Pesisir Pantai Selatan Yogyakarta Aman
Pengunjung menikmati suasana Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (25/12/2018). - ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Supermoon (fenomena bulan penuh) yang terjadi Sabtu—Selasa 19—22 Januari 2019 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap kenaikan pasang air laut di pesisir selatan Yogyakarta.

"Ada potensi kenaikan (pasang air laut) di pesisir selatan Yogyakarta akibat 'supermoon' tetapi tidak berdampak signifikan atau tidak sampai maksimum," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasius Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Sabtu (19/1/2019), seperti dilaporkan Antara.

Menurut Djoko, supermoon adalah posisi periegee atau posisi di mana bulan menempati titik terdekat dengan bumi. Kondisi ini umumnya berdampak pada kenaikan pasang air laut, khususnya pada malam hari.

Ia mengatakan efek dari kenaikan pasang air laut itu tidak akan terlalu dirasakan masyarakat di pesisir selatan Yogyakarta sebab tinggi daratan di pesisir selatan Yogyakarta lebih tinggi dibandingkan dengan lautnya.

"Berbeda dengan di daerah pantai utara (pantura), di mana umumnya daratannya lebih rendah sehingga labih banyak dirasakan warga yang tinggal di daerah pesisir," kata dia.

Meski demikian, ia menyebut saat ini sampai 22 Januari 2019 tinggi gelombang di laut selatan Yogyakarta diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin rata 5-20 knot sehingga masih perlu diwaspadai masyarakat, khususnya para nelayan.

Tinggi gelombang itu, menurut dia, lebih disebabkan oleh daerah tekanan udara rendah yang muncul di Samudera Hindia, di sebelah selatan Jawa."Sehingga meskipun tidak terlalu dipengaruhi supermoon, masyarakat tetap perlu mewaspadai tinggi gelombang laut di pesisir selatan," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
supermoon

Sumber : Antara

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top