CEO Goldman Sachs Minta Maaf kepada Malaysia

Chief Executive Officer Goldman Sachs David Solomon menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Malaysia atas keterlibatan bankir senior Goldman, Tim Leissner, dalam skandal 1MDB.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Januari 2019  |  10:19 WIB

Kabar24.com, JAKARTA – Chief Executive Officer Goldman Sachs David Solomon menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Malaysia atas keterlibatan bankir senior Goldman, Tim Leissner, dalam skandal 1MDB.

Dalam teleconference pada Rabu (16/1/2019) dengan para analis setelah Goldman Sachs melaporkan kinerja keuangan kuartal keempatnya, Solomon mengatakan bahwa Malaysia telah dicurangi oleh banyak orang.

“Leissner adalah salah satu dari orang-orang itu,” ujar Solomon, seperti dilansir dari Bloomberg.

Malaysia telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Goldman Sachs atas keterkaitan yang melahirkan salah satu skandal terbesar dalam sejarah negara itu.

Malaysia menuding Goldman telah menyesatkan investor dalam tiga penjualan obligasi yang diaturnya untuk 1MDB dan mengetahui bahwa dana yang dihimpun akan disalahgunakan.

Penjualan obligasi tersebut diatur oleh Goldman Sachs International, sebuah unit perusahaan yang berbasis di London. Divisi itu, bersama dengan entitas Singapura, berada di antara tiga unit yang disebutkan dalam tuntutan pidana Malaysia terhadap perusahaan tersebut.

Di sisi lain, Singapura memperluas penyelidikannya ke dalam aliran dana yang terkait dengan 1MDB, termasuk Goldman Sachs, dan berkoordinasi erat dengan Departemen Kehakiman AS, menurut sumber yang mengetahui permasalahan ini bulan lalu.

Pihak otoritas di Singapura dikabarkan tengah berupaya menentukan apakah sebagian dari biaya bernilai sekitar US$600 juta dari tiga kesepakatan obligasi yang diatur Goldman untuk 1MDB dari 2012 hingga 2013 mengalir ke anak perusahaan Singapura.

Dalam kesempatan yang sama, Solomon menegaskan kembali bahwa perusahaannya telah melakukan uji tuntas (due dilligence) yang cukup besar terhadap kesepakatan-kesepakatan yang ada dan telah dicurangi oleh Leissner.

Solomon juga menegaskan bahwa perusahaannya bekerja sama dengan Departemen Kehakiman AS dan penyelidikan terkait hal ini masih terbuka.

Goldman Sachs telah menyatakan akan dengan gigih membela diri terhadap segala tuduhan.

Sementara itu, Leissner kini berada di AS, di mana ia mengaku bersalah berkonspirasi untuk mencuci uang dan penyuapan. Mantan wakilnya, Roger Ng, ditangkap pada November di Malaysia dan sedang mengupayakan ekstradisi ke AS. Ia juga mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan otoritas Malaysia terhadapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
goldman sachs, Skandal 1MDB

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top