Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bunuh Polisi, Anggota "Texas 7" Disuntik Mati

Pelaku adalah anggota "Texas 7",  kelompok narapidana yang membunuh seorang polisi di toko peralatan olahraga pada Malam Natal tahun 2000. Kelompok narapidana itu kabur dari penjara berpenjagaan sangat ketat beberapa hari sebelum insiden terjadi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Desember 2018  |  10:11 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, TEXAS - Eksekusi hukuman mati terhadap anggota "Texas 7" pembunuh polisi dilakukan di Texas, Selasa (4/12/2018) waktu setempat.

Pelaku adalah anggota "Texas 7",  kelompok narapidana yang membunuh seorang polisi di toko peralatan olahraga pada Malam Natal tahun 2000. Kelompok narapidana itu kabur dari penjara berpenjagaan sangat ketat beberapa hari sebelum insiden terjadi.

Joseph Garcia, 47, dinyatakan meninggal pada pukul 18.43 waktu setempat. Ia disuntik di ruang hukuman mati Negara Bagian di Huntsville, kata peradilan kejahatan Texas.

Hukuman mati dijalankan setelah Mahkamah Agung AS menolak serangkaian petisi.

Garcia sedang menjalani hukuman penjara 50 tahun karena melakukan pembunuhan ketika ia dan enam narapidana lainnya kabur dari penjara di Kenedy, Texas, pada 13 Desember 2000, menurut dokumen pengadilan.

Sebelas hari kemudian, pada Malam Natal, Garcia dan teman-temannya yang kabur itu merampok sebuah toko peralatan olahraga di Irving.

Polisi bernama Aubrey Hawkins, 31, tewas ditembak oleh kelompok itu ketika para narapidana kabur dari lokasi, menurut catatan pengadilan.

Mereka ditangkap sekitar satu bulan kemudian di Taman Colorado RV. Di tempat itu, salah seorang narapidana bunuh diri.

Garcia divonis hukuman mati pada 2013 setelah ia dianggap bersalah melakukan pembunuhan -- yang bisa diancam dengan hukuman mati -- terhadap petugas kepolisian.

Walaupun tidak menembak Hawkins, Garcia tetap dinyatakan melakukan pembunuhan berdasarkan hukum negara bagian, yang menganggap seseorang tetap bertanggung jawab jika mereka menjadi kaki tangan pembunuh.

Para pengacara Garcia bertahun-tahun, tanpa hasil, menentang kelayakan kasus itu serta hukuman yang dijatuhkan. Upaya yang telah mereka lakukan termasuk dengan mengajukan banding ke Mahkamah Agung AS pekan lalu.

Pada pengadilan banding, tim pengacara Garcia menekankan aspek konstitusi pada hukum tersebut. Mereka beralasan bahwa hukuman terhadap Garcia beserta kenyataan, bahwa narapidana itu selama 15 tahun menunggu giliran pelaksanaan hukuman mati, merupakan pelanggaran atas Undang-Undang Dasar AS, yang tidak menyetujui penghukuman secara kejam dan tidak biasa.

"Garcia, yang tidak melakukan pembunuhan ataupun berniat membunuh, tidak termasuk 'paling buruk di antara yang paling buruk', yang disyaratkan merupakan unsur pembunuhan dengan ancaman hukuman mati," tulis tim pengacara.

Tiga dari tujuh narapidana yang kabur itu sudah menjalani hukuman mati sementara dua lainnya juga sedang menunggu eksekusi.

Garcia menjadi narapidana ke-12 yang dihukum mati di Texas dan yang ke-22 di Amerika Serikat pada 2018. Demikian catatan data Pusat Informasi Hukuman Mati, organisasi yang melacak hukuman mati di Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

texas hukuman mati

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top