Kemendikbud Berikan Bantuan TIK ke 70 Sekolah di Daerah 3T

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan berupa perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada 70 sekolah di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (TIK).
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 04 Desember 2018 15:10 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan berupa perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada 70 sekolah di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (TIK).

“Kami ingin mempercepat pemerataan kualitas pendidikan dimanapun sekolah itu berada,” tutur Mendikbud Muhadjir Effendy pada acara pemberian bantuan TIK tersebut, di Provinsi Bali, Senin (4/12/2018) seperti yang Bisnis kutip dari keterangan resmi Kemendikbud.

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa Presiden RI, Joko Widodo sangat mengerti dalam menangkap persoalan, khususnya dalam memberikan pemerataan pendidikan.

“Bantuan bukan pusat atau kota, tetapi membangun dari pinggiran untuk meningkatkan akses dan pemerataan kualitas pendidikan. Sehingga di tahun 2023 sekolah kita betul-betul menggunakan teknologi informasi, dan betul-betul siap menyongsong era 4.0,” kata Muhadjir.

Bantuan TIK yang diberikan kepada 70 daerah 3T ini berupa setiap sekolah mendapatkan 4 komputer jinjing (laptop), 1 LCD proyektor, 1 perangkat akses internet, dan 1 hard disk ekternal yang berisi konten-konten Rumah Belajar.

“Dengan perangkat TIK, harapannya daerah 3T dapat mengakses seluruh materi yang juga diakses oleh anak-anak di perkotaan sehingga sekolah-sekolah di daerah 3T tidak memiliki hambatan untuk belajar dengan materi-materi yang sama, sehingga kualitas pendidikan di daerah 3T dan perkotaan sama kualitasnya,” kata Muhadjir.

Dalam pemberian koneksi internet di sekolah daerah 3T, Kemendikbud juga bekerja sama dengan Kemenkominfo melalui program Universal Service Obligation (USO). Pada pemberian perangkat TIK di tahun 2018, dalam penggunaannya Kemendikbud juga memberikan program bimbingan teknis pemanfaatan TIK untuk guru di Sekolah Garis Depan, yang diselenggarakan pada tanggal 2-5 Desember 2018, di Provinsi Bali.

“Tahun depan saya minta dapat diberikan 4.000 bantuan TIK, khususnya di daerah TIK. Bapak dan Ibu guru, mohon dapat dimanfaatkan betul fasilitas TIK ini. Bangun interkoneksi satu sama lainnya dan memberikan informasi dalam mendukung belajar mengajar di sekolah. Buka jendela selebar-lebarnya. Saya titipkan anak-anak ditangan Ibu dan Bapak guru,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top