Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadiri Reuni 212, Prabowo: Tidak Benar Umat Islam Dicap Radikal 

Calon presiden Prabowo Subianto tidak setuju jika umat Islam dicap radikal karena tuduhan tersebut tidak memiliki dasar. 
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 Desember 2018  |  12:23 WIB
Hadiri Reuni 212, Prabowo: Tidak Benar Umat Islam Dicap Radikal 
Calon Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/12 - 2018).(sumber: Tim Pemberitaan Prabowo/Sandi)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Calon presiden Prabowo Subianto tidak setuju jika umat Islam dicap radikal karena tuduhan tersebut tidak memiliki dasar. 

Prabowo mengatakan bahwa pelaksanaan reuni 212 di Monas yang berjalan tertib, aman, dan membawa pesan damai adalah bukti umat Islam menolak kekerasan.

“Seperti kita lihat, ada semangat persaudaraan ketertiban ada rasa bahwa menjadi muslim itu tidak berarti harus mendorong kekerasan. Kan ini ada framing sedikit-sedikit kalau orang Islami cenderung ke radikal. Itu tidak benar,” katanya saat menghadiri reuni, Minggu (2/12/2018).

Prabowo menjelaskan bahwa umat Islam di Indonesia adalah muslim yang tertib dan cinta damai. 

“Saya bangga lihat jutaan rakyat Indonesia, jutaan umat Islam hadir di sini tapi tetap tertib,” ucapnya.

Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengaku bangga menjadi bagian dari muslim di Indonesia karena merupakan umat yang cinta damai, toleran dan menghargai perbedaan.

“Hari ini kita juga dihadiri saudara kita dari suku lain, agama lain. Islam kita adalah Islam yang bersatu, dan akan menjaga persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Di sisi lain peserta pemilihan presiden nomor urut 02 ini tidak bisa berkampanye karena izin mengadakan agenda tersebut bukan untuk menyampaikan visi misi.

“Saya tidak akan panjang lebar bicara. Karena sebagaimana kalian ketahui, saya sekarang telah mendapat tugas sebagai Calon Presiden Republik Indonesia dan karena itu saya harus patuh dan mengikuti semua ketentuan. Saya tidak boleh bicara politik dalam kesempatan ini. Saya tidak boleh kampanye,” katanya saat menyampaikan pidato. Meski begitu, dia ingin mengucap terima kasih karena telah diundang oleh panitia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prabowo subianto Reuni Akbar 212
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top