Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapal Ukraina Belum Dilepas, Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin terkait dengan konfrontasi laut antara Ukraina dan Rusia di lepas pantai Semenanjung Krimea pada pekan lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 November 2018  |  09:03 WIB
Kapal Ukraina ditahan di Selat Kerch. Gambar diambil dari video yang dirilis oleh Dinas Keamanan Federal Rusia. - Reuters
Kapal Ukraina ditahan di Selat Kerch. Gambar diambil dari video yang dirilis oleh Dinas Keamanan Federal Rusia. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin terkait dengan konfrontasi laut antara Ukraina dan Rusia di lepas pantai Semenanjung Krimea pada pekan lalu.

Semula Trump dijadwalkan bertemu di sela-sela pertemuan puncak G20 di Argentina, tetapi kemarin dia mengumumkan bahwa pertemuannya itu batal.

"Berlandaskan fakta bahwa kapal-kapal dan para pelautnya belum dikembalikan ke Ukraina dari Rusia, saya memutuskan bahwa demi jalan terbaik bagi semua pihak terkait maka saya membatalkan pertemuan yang telah direncanakan...," demikian cuitan Twitter dari presiden AS sebagimna dikutip BBC,com, Jumat (30/11/2018).

Dalam konfrontasi laut, Rusia menyita tiga kapal Ukraina dan menahan 24 personelnya. Rusia menyebut bentrokan di laut antara Angkatan Laut Ukraina dan Rusia itu sebagai "provokasi". Lebih lanjut dikatakan oleh Putin bahwa Presiden Ukraina, Petro Poroshenko telah merekayasa konfrontasi untuk mendongkrak kepopulerannya menjelang pemilihan presiden Maret 2019.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menyalahkan Presiden Putin sepenuhnya atas masalah dengan Ukraina. Dia akan membicarakan masalah itu dengan Putin di sela-sela KTT G20 di Argentina pada Jumat dan Sabtu ini.

"Kami akan memastikan hal ini dilakukan, dan kami meminta Ukraina untuk menempuh jalan serupa karena kami tahu kita hanya bisa menyelesaikan segala masalah dengan cara masuk akal dan melalui dialog.

"Tidak ada solusi militer untuk mengatasi sengketa ini," papar Merkel ketika memberikan keterangan bersama dengan Perdana Menteri Ukraina, Volodymyr Groysman, di Berlin.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mendesak kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengirim armada kapalnya menyusul konfrontasi tersebut. Pihak berwenang Rusia mengakui salah satu kapal patrolinya menggunakan kekerasan untuk menahan tiga kapal Ukraina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

putin ukraina
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top