Negara G20 Bakal Sulit Capai Kesepakatan Dalam 3 Isu Krusial

Negara anggota G20 diperkirakan akan menghadapi kesulitan untuk mencapai kesepakatan dalam sejumlah isu termasuk perdagangan, migrasi, dan perubahan iklim menjelang KTT di Bueonos Aires yang dimulai pada Jumat (30/11/2018).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 30 November 2018  |  07:34 WIB
Negara G20 Bakal Sulit Capai Kesepakatan Dalam 3 Isu Krusial
Presiden AS Donald Trump berpidato saat bertemu Presiden China Xi Jinping di China pada November 2017 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Negara anggota G20 diperkirakan akan menghadapi kesulitan untuk mencapai kesepakatan dalam sejumlah isu termasuk perdagangan, migrasi, dan perubahan iklim menjelang KTT di Bueonos Aires yang dimulai pada Jumat (30/11/2018).

"Ini bukan tahun yang baik bagi multilateralisme," kata seorang sumber pemerintah Jerman sebagaimana dilansir Reuters pada Jumat (30/11/2018).

Sumber tersebut mengungkap bahwa negosiasi untuk mencapai komunike bersama yang sedianya keluar pada akhir pertemuan berjalan sangat sulit. Ia tidak memberi penjelasan apa saja bahasan yang menimbulkan sengketa. Namun sebagaimana pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik pertengahan bulan ini, isu tensi dagang anatar Amerika Serikat dan China akan mendominasi pertemua G20 kali ini.

Skeptisme Presiden Amerika Serikat Donald Trump perihal kontribusi manusia terhadap pemanasan global juga menimbulkan tanya mengenai hasil akhir kesepakatan pertemuan ini. Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat telah menarik diri dari Perjanjian Paris yang berisi komitmen negara dunia untuk mencegah dampak perubahan iklim.

Menteri Muda di bawah Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis, Jean Baptiste Lemoyne menilai isu perubahan iklim juga merupakan isu prioritas yang harus mendapat perhatian negara G20 mengingat tanggung jawab besar yang diemban oleh para negara anggota.

"80% polusi di dunia dihasilkan oleh negara G20, sebagai bagian dari kelompok ini, kita punya tanggung jawab yang besar," kata Lemoyne di Jakarta pada Kamis (29/11/2018).

Lemoyne berharap negara G20 dapat terus berpegang pada multilateralisme karena komitmen soal perubahan iklim tidak akan tercapai jika negara dunia memilih untuk berjalan sendirian.

Pertemuan G20 kali ini diperkirakan akan menjadi salah satu pertemuan yang paling krusial sejak para pemimpin negara G20 bertemu 10 tahun lalu untuk menangkal krisis ekonomi.

Hasil kesepakatan dari pertemuan kali ini menjadi perhatian pasar keuangan dan komoditas, terutama pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping yang rencananya berlangsung pada Sabtu (1/12/2018).

Pemimpin G20 kali ini, Argentina, telah menekankan akan pentingnya proses pembangunan konsensus dalam forum. Namun pembahasan yang terjadi justru memperlihatkan perbedaan pendapat antara negara G20 dalam sejumlah isu kunci.

"Setelah melakukan pembicaraan selama 2,5 hari dan, sekitar dua per tiga paragraf telah disetujui," kata pejabat resmi G20 yang menyusun draf.

Kendati sebagian besar draf telah disepakati, sumber tersebut mengungkapkan bahwa bahasan sejumlah isu kunci seperti perdagangan, perubahan iklim, migrasi, dan pengungsi masih menjadi kendala.

"Hingga kini isu tersebut belum mencapai kesepakatan," kata sumber tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
g20

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top