Timses Jokowi Masih Penasaran Urgensi Acara Reuni Akbar 212

Ace Hasan Syadzily Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin mempertanyakan urgensi pada acara Reuni Akbar 212.
Muhammad Ridwan | 30 November 2018 18:43 WIB
Reuni Akbar 212 - twitter

Bisnis.com, JAKARTA — Ace Hasan Syadzily Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin mempertanyakan urgensi pada acara Reuni Akbar 212.

Ia membandingkan saat acara 212 pada 2017 lalu, urgensi pada saat itu terlihat sangat jelas bahwa menuntut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk diadili.

“Sekarang apa yang mau diangkat dari semangat reuninya itu gitu loh. Kalau misalkan kita ada momen-momen keagamaan tertentu yang mau kita rayakan, memperingati ya bolehlah, apa ini yang mau diangkat spirit dari Reuni 212," katanya kepada wartawan, Jumat (30/11/2018).

Sementara itu, Abdul Kadir Karding, Wakil Ketu Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menjawab pertanyaan akan kedatangan Joko Widodo ke acara tersebut.

Ia mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi tentang rencana Joko Widodo ke acara tersebut.

“Saya belum tahu atau mendapatkan informasi apakah Pak Jokowi diundang atau hanya sekedar omongan di publik,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan undangan kepada Jokowi tersebut menurutnya sebagai kapasitas seorang Presiden, bukan calon presiden.

“Hadir atau tidak misalnya diundang itu beliau (Jokowi) sebagai Presiden, bukan sebagai capres, oleh karena itu monggo ditanya kepada teman-teman Setneg,” pungkasnya.

Tag : Pilpres 2019, AKSI 212, Reuni Akbar 212
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top