Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Blokade Dua Pelabuhan Milik Ukraina

Dua pelabuhan milik Ukraina di Laut Azov, Berdyansk dan Mariupol telah diblokir oleh Rusia.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 November 2018  |  18:57 WIB
Kapal Ukraina ditahan di Selat Kerch. Gambar diambil dari video yang dirilis oleh Dinas Keamanan Federal Rusia. - Reuters
Kapal Ukraina ditahan di Selat Kerch. Gambar diambil dari video yang dirilis oleh Dinas Keamanan Federal Rusia. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Dua pelabuhan milik Ukraina di Laut Azov, Berdyansk dan Mariupol telah diblokir oleh Rusia dan apal-kapal dilarang masuk dan keluar ke pelabuhan tersebut.

Secara keseluruhan 35 kapal telah dilarang beroperasi dan hanya kapal yang akan berlayar ke pelabuhan Rusia yang memperoleh izin, kata Menteri Infrastruktur Ukraina Volodymyr Omelyan pada Kamis (29/11/2018) melalui akun Facebook-nya sebagaimana dilansir Reuters.

"Tujuan dari aksi ini sederhana, dengan memblokade pelabuhan Ukraina di Laut Azov, Rusia ingin menjauhkan kita dari wilayah kita, wilayah yang secara hukum internasional adalah milik kita," sambungnya.

Omelyan mengungkapkan 18 kapal tengah menunggu izin masuk ke Laut Azov, masing-masing 4 kapal menuju Berdyansk dan 14 kapal dengan tujuan Mariupol. Terdapat pula 9 kapal yang tengah mengantre untuk meninggalkan Laut Azov dan 8 lainnya berhenti di dekat pelabuhan. Adapun distribusi gandum dan baja mendominasi pelayaran di pelabuhan Azov.

Tensi antara Rusia dan Ukraina memanas sejak Rusia menahan tiga kapal milik Rusia beserta awaknya pada Minggu (25/11/2018) di pesisir Crimea yang dianeksasi Rusia pada 2014. Rusia menuding kapal Ukraina telah melanggar wilayah kekuasaan Rusia.

Tensi antara kedua negara kali ini adalah yang tertinggi sejak 2015 ketika pemberontakan yang didukung Rusia muncul untuk melawan pemerintahan Kiev di bagian timur kawasan Donbass. Pemberontakan tersebut memicu perang yang mengakibatkan puluhan ribu orang tewas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia Krisis Ukraina
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top