Menristek: Program Studi Kekinian Bisa Menekan Pengangguran

Program studi kekinian sangat dibutuhkan karena lulusannya sangat dinantikan dan dibutuhkan dunia industri 4.0.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 26 November 2018 14:20 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) - Bisnis.com/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pemerintah terus berupaya menekan angka pengangguran masyarakat Indonesia.

Terbukti, perekonomian dan sumber daya manusia Indonesia saat ini terus bergerak maju menuju arah yang lebih baik, hal ini ditunjukan dengan turunnya jumlah pengangguran terbuka di dalam negeri dari 5,70% menjadi 5,13%.

Angka ini merupakan angka terendah dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

“Pemerintah terus berupaya menekan angka pengangguran ini untuk menciptakan perekonomian yang lebih produktif dan kompetitif, guna meningkatkan kemandirian bangsa, sehingga bisa memberikan nilai tambah, terutama pembukaan lapangan kerja baru, dan menyerap pengangguran,” ujar Nasir dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (26/11/2018).

Nasir menyampaikan bahwa pendidikan, utamanya pendidikan tinggi merupakan salah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, yakni revolusi industri 4.0.

Revitalisasi pendidikan vokasi menjadi upaya Kemenristekdikti untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan khusus. Lulusan pendidikan vokasi akan dibekali sertifikasi keahlian sehingga dapat diterima bekerja sesuai standar industri.

Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PJJ) juga merupakan salah satu terobosan Kemenristekdikti untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di negara kepulauan terbesar di dunia ini.

Kehadiran PJJ ini diharapkan dapat menjadi upaya penting bagi pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga pendidikan bermutu tidak hanya terkonsentrasi di pulau Jawa saja atau di kota-kota besar lainnya di Indonesia, namun juga dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah kepulauan atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Selain itu, Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk membuka program studi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan revolusi industri 4.0.

Program studi kekinian sangat dibutuhkan karena lulusannya sangat dinantikan dan dibutuhkan dunia industri 4.0. Peningkatan jumlah tenaga kerja dengan keahlian khusus dan semakin banyaknya lulusan perguruan tinggi yang diserap dunia industri dapat meningkatkan indeks angkatan kerja Indonesia di tingkat global.

Nasir juga menegaskan bahwa pendidikan adalah sebuah investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Setiap kebijakan yang dilahirkan di bidang pendidikan tinggi saat ini akan memiliki pengaruh besar bagi kemajuan bangsa di masa yang akan datang.

“Setiap negara menghadapi masalah pengangguran, namun yang menjadi perhatian kita adalah upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk menekan angka pengangguran melalui berbagai kebijakan,” tandasnya.

Tag : pendidikan, kemenristek
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top