Soal Kasus Khashoggi, Senator Partai Republik AS Tak Sepakat dengan Trump

Sejumlah senator Partai Republik Amerika tidak sependapat dekat Presiden Donald Trump mengenai Arab Saudi setelah pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Para anggota parlemen pun mengatakan kongres harus bertindak.
Aprianto Cahyo Nugroho | 26 November 2018 06:31 WIB
Jamal Khashoggi - reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah senator Partai Republik Amerika tidak sependapat dekat Presiden Donald Trump mengenai Arab Saudi setelah pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Para anggota parlemen pun mengatakan kongres harus bertindak.

Dilansir Reuters, Trump berjanji untuk tetap menjadi mitra setia Arab Saudi dan mengatakan belum mengetahui apakah Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengetahui pembunuhan Khashoggi bulan lalu di konsulat Saudi di Istanbul.

Trump meragukan penilaian Badan Intelijen AS (CIA) bahwa Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan Khashoggi, mengatakan kepada wartawan bahwa agensi itu belum membentuk kesimpulan yang pasti.

"Saya tidak setuju dengan penilaian presiden. Ini tidak konsisten dengan kecerdasan yang pernah saya lihat, yang mengimplikasikan pada putra mahkota,” ungkap Senator Partai Republik Mike Lee dalam acara NBC Meet the Press, seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, AS memberlakukan sanksi ekonomi terhadap 17 pejabat Arab Saudi karena peran mereka dalam pembunuhan Khashoggi dan para senator dari kedua partai besar AS mengajukan undang-undang yang menangguhkan penjualan senjata ke Arab Saudi karena kasus Khashoggi dan untuk perannya dalam perang sipil Yaman.

Perwakilan Partai Demokrat AS Adam Schiff, yang akan menjadi ketua Komite Intelijen DPR ketika Demokrat mendapatkan kembali kendali di kongres pada bulan Januari, menjanjikan penyelidikan atas kasus Khashoggi serta atas dugaan adanya kepentingan pribadi Trump dalam kebijakan terhadap Saudi.

"Dengar, presiden tidak jujur dengan negara tentang pembunuhan Jamal Khashoggi," kata Schiff pada program State of the Union CNN.

Khashoggi, kolumnis Washington Post dan kritikus putra mahkota, terbunuh pada 2 Oktober lalu. Saudi awalnya menolak mengetahui hilangnya Khashoggi, lalu memberikan penjelasan yang kontradiktif.

"Saya pikir kita perlu melihat lebih jauh soal ini," kata Senator Republik Joni Ernst di CNN.

Ernst mengakui pentingnya Arab Saudi sebagai mitra strategis, namun menekankan bahwa AS sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia dan aturan hukum.

"Dan jika ada indikator bahwa pangeran terlibat dalam pembunuhan ini maka kita perlu benar-benar mempertimbangkan tindakan lebih lanju," ungkapnya.

Tag : Jamal Khashoggi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top