Warga Inggris Sumbang Korban Bencana Sulteng dan NTB

Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintahan Inggris memberikan dana bantuan untuk korban terdampak bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 23 November 2018 18:07 WIB
Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dan Mendikbud Muhadjir Effendy usai melakukan pertemuan di Kantor Kemendikbud Gedung A, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018). - Bisnis/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA - Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintahan Inggris memberikan dana bantuan untuk korban terdampak bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kepada Bisnis usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik.

Pertemuan berlangsung di Gedung A Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

"Kemendikbud nanti akan membantu [Pemerintah Inggris] penyaluran bantuan-bantuan untuk [korban] bencana di Palu dan NTB yang bersumber dari masyarakat Inggris," tutur Muhadjir.

Moazzam Malik menyampaikan bahwa masyarakat Inggris memahami dan ikut simpati akan bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

"Banyak orang [Inggris] yang merasa dekat dengan para korban, dan mereka memberikan sumbangan ke LSM yang ada di Inggris," jelas Moazzam.

Di Inggris, jumlah sumbangan untuk para korban terdampak bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat  terkumpul sebesar Rp500 miliar.

"Jadi sebagian dari dana yang terkumpul itu saya harap dapat digunakan untuk mempromosikan pendidikan di daerah terdampak bencana, setelah pertemuan ini saya akan melakukan pertemuan dengan [perwakilan dari] LSM-LSM Inggris yang sudah datang ke Indonesia untuk memperkenalkan mereka dengan Sekjen Kemendikbud agar bisa bekerja sama membantu anak-anak yang terdampak bencana," kata Moazzam.

Mendikbud Muhadjir juga menyarankan supaya didirikan sekolah yang dibangun oleh Pemerintah Inggris dengan standar pendidikan di Inggris termasuk fasilitas yang ditawarkan.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top