Menag: Kepemimpinan Nabi Muhammad Berlandas Cinta dan Persaudaraan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi ikhtiar umat untuk mengekspresikan rasa syukur, gembira dan cinta, karena jasa besar Sang Nabi tercinta, untuk manusia dan kemanusiaan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 21 November 2018  |  10:24 WIB
Menag: Kepemimpinan Nabi Muhammad Berlandas Cinta dan Persaudaraan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) berbincang dengan jemaah calon haji di sela pemberangkatan jemaah calon haji kelompok terbang pertama di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/7/2018). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ikhtiar umat untuk mengekspresikan rasa syukur, gembira dan cinta, karena jasa besar Sang Nabi tercinta, untuk manusia dan kemanusiaan.

Lukman mengatakan bahwa rasa cinta akan memberikan energi positif untuk mengikuti jejak langkah orang yang dicintai. Cinta itu pula yang akan meleburkan dalam kebersamaan.

"Salah satu rahasia kesuksesan dakwah Nabi adalah kepemimpinan yang berlandaskan cinta kepada sesama; penuh kasih sayang dan lemah lembut, dalam bingkai semangat persaudaraan," ujar Lukman seperti yang Bisnis kutip dari keterangan resmi Kementerian Agama, Rabu (21/11/2018).

Lukman juga menyampaikan sifat lembut bukan penanda lemah. Justru dibalik sikap lembut tersimpan kekuatan. Sifat lemah lembut melahirkan simpati, sehingga orang akan mendekat dan merapat kepadanya.

"Sifat kasih sayang dan lemah lembut Nabi menjadi magnet bagi banyak orang. Bahkan mengubah lawan menjadi kawan," lanjutnya

Indikator kuatnya keimanan seseorang, salah satunya terlihat dari rasa kepedulian sosial. Keimanan sejati, dikatakan Lukman harus dibuktikan dengan cinta kepada sesama dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

"Beragama tanpa rasa dan nilai kemanusiaan akan membuatnya hampa," katanya.

Lukman juga mengajak umat untuk membangkitkan kembali rasa kemanusiaan dengan spirit Maulid Nabi. Untuk itu, hati dan jiwa perlu dibangkitkan dari keterpurukan dan kegelapan akibat keakuan, keangkuhan, serta cinta dunia baik dalam rupa popularitas, kedudukan, gila hormat, sifat rakus dan lainnya.

"Mari kita beragama dengan cinta dan kasih kepada sesama. Beragama tanpa cinta akan hampa tak bermakna. Sebaliknya, bercinta tanpa agama tak akan kekal bahagia," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menteri agama

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup