Indonesia-Belarus Kerja Sama Pendidikan Tinggi Hasilkan Milenial Produktif dan Inovatif

Indonesia dan Belarus menandatangani Nota Kesepakatan Kerja Sama Pendidikan Tinggi antara kedua negara di Belarus State University, Minsk, Belarus, Rabu (14/11/2018).
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 16 November 2018 10:52 WIB
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (ketiga kanan) berfoto dengan rombongan delegasi Indonesia dan perwakilan Belarusian State University di Minsk, Belarus, Rabu (14/11). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Menristekdikti ke Belarus. - Dok. Kemenristekdikti

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia dan Belarus menandatangani Nota Kesepakatan Kerja Sama Pendidikan Tinggi antara kedua negara di Belarus State University, Minsk, Belarus, Rabu (14/11/2018). 

Penandatanganan itu disaksikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Dia mengemukakan bahwa kerja sama antara institusi pendidikan tinggi kedua negara sangat penting untuk menghasilkan generasi milenial yang memiliki kompetensi andal dan berkualitas.

Perjanjian Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia dan Belarus ini merupakan tindak lanjut pertemuan Komisi Bersama Indonesia-Belarus dalam bidang Perdagangan, Ekonomi,  Kerjasama Iptek di Jakarta pada 17 Oktober 2017.

“Tujuan dari kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Belarus adalah untuk membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia-Belarus untuk mendapatkan pengalaman global dalam menempuh pendidikan,  pelatihan, maupun melaksanakan kerja sama di Indonesia dan Belarus. Penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan intelektual generasi muda penting untuk membangun masa depan Indonesia, Belarus, dan dunia,” papar Nasir dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (16/11).

Menindaklanjuti nota kesepahaman ini, kedua negara akan membentuk Tim Pendidikan Tinggi yang berperan melakukan pertukaran informasi program-program pendidikan tinggi,  perancangan program kurikulum, kerja sama riset bidang pendidikan,  pelaksanaan bersama dialog, seminar,  konferensi pendidikan tinggi, program mobilitas dosen,  serta pelajar dalam bidang perekayasa (engineering),  pertanian, dan Teknologi Informasi (TI).
 
Pada kesempatan ini, Menristekdikti juga melakukan kunjungan ke fasilitas riset fisika di Belarusian State University yang menunjukkan penguasaan beberapa modul dan alat bantu pengajaran dalam bidang teknik fisika.

Selanjutnya, Nasir bersama Duta Besar (Dubes) RI untuk Rusia dan Belarus Wahid Supriyadi, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsyah Suryadi bertemu dengan National Academy Sciences Belarus (NASB) guna mengevaluasi kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan inovasi dalam dua tahun terakhir. NASB adalah mitra utama LIPI.

Dalam galeri NASB ditampilkan penguasaan teknologi Belarus dalam bidang pengembangan teknologi pertanian yang bervariasi dari ketahanan pangan,  mekanisasi pertanian,  pengolahan hasil pangan; teknologi fisika,  matematika dan informasi; teknologi rekayasa teknik fisika; teknik kimia dan ilmu kebumian; teknologi ilmu hayati (biologi),  termasuk pengembangan stem cell untuk kesehatan; serta teknologi sosial,  humaniora, dan seni.

Kunjungan kerja ini diyakini dapat membuka peluang kerja sama baru di bidang pendidikan tinggi, riset teknologi, dan inovasi sehingga pembangunan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) milenial Indonesia-Belarus dapat terbangun dengan baik.

“Indonesia dan Belarus mempunyai cita-cita bersama dengan membangun kolaborasi iptek dan pendidikan tinggi,  mempersiapkan generasi milenial yang inovatif,  andal, dan kompeten menghadapi tantangan global dan memasuki Revolusi Industri 4.0, serta generasi Society 5.0,” tambah Nasir.

Tag : kemenristekdikti
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top