Bareskrim Tangkap 4 Anggota Grup Hacker Blackhat. 3 Masih Dibawah Umur

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap pelaku defacing dan ilegal akses ke website resmi Pengadilan Negeri Unaaha Sulawesi Tenggara.
Sholahuddin Al Ayyubi | 09 November 2018 16:55 WIB
Ilustrasi - youtube/Blackhat official trailer

Bisnis.com, JAKARTA--Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap pelaku defacing dan ilegal akses ke website resmi Pengadilan Negeri Unaaha Sulawesi Tenggara. Pelaku berinisial LYC alias Mr. I4m4 (19), MSR alias G03NJ47 (14), JBKE alias Mr. 4l0ne (16) dan HEC alias DAKOCH4N (13).

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan keempat pelaku ditangkap di lokasi berbeda.

Pelaku LYC alias Mr. I4m4 ditangkap di Kediri Jawa Timur, MSR alias G03NJ47 di Cirebon, Jawa Barat, JBKE alias 4l0ne ditangkap di Surabaya, dan HECalias DAKOCH4N di Jambi.

Rickynaldo menjelaskan keempat pelaku dipersatukan dalam grup Whatsapp dan Facebook bernama Blackhat (Official). Kemudian di dalam grup itu, para pelaku mendapatkan tutorial dari sejumlah pelatih untuk melakukan aktivitas peretasan.

"Keempat pelaku ini masuk di dalam grup yang dikuasai atau dikendalikan salah satu atau beberapa orang tutor dan mereka dilatih di situ, yang belum pintar dilatih dan yang sudah pintar, dites. Anak-anak ini tidak tahu bahwa mereka di tes dengan maksud tertentu, mereka diberi target apabila sudah berhasil membajak situs, mereka akan meng-up-load-nya ke grup itu," tuturnya, Jumat (9/11/2018).

Menurut Rickynaldo, tim penyidik semula mengambil kesimpulan grup Blackhat (Official) itu ada kaitannya dengan radikalisme, karena tampilan web yang telah dibajak diganti dengan gambar kelompok radikal.

Kesimpulan itu ternyata tidak benar, karena selain gambar radikalisme masih banyak gambar lainnya yang dijadikan tampilan web.

Website yang paling banyak dibidik kelompok itu adalah situs pemerintah yang dinilai lemah dari sisi keamanan, sehingga mudah untuk dibajak sekaligus diganti tampilannya.

Dia menjelaskan Kepolisian kini tengah melakukan patroli siber untuk menangkap pelaku lainnya, karena di dalam grup Whatsapp itu ada 15 orang yang menjadi member dan baru tertangkap 4 orang.

"Kami masih melakukan patroli siber untuk mencari dan menangkap pelaku lainnya," katanya.

Dia juga mengaku Kepolisian sampai saat ini masih mendalami tujuan para pelaku melakukan tindak pidana defacing dan ilegal akses terhadap sejumlah website pemerintah.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku melakukan aksi tersebut hanya untuk tes kemampuan agar dapat naik level.

"Kami masih mencari tahu tujuan dari aktivitas hacking mereka ini apa, kami masih telusuri itu," ujarnya.

Bareskrim Mabes Polri, menurutnya, hanya dapat melakukan penahanan terhadap tersangka berinisial LYC yang sudah cukup umur. Sementara 3 pelaku lain sudah dikembalikan kepada orang tuanya agar diawasi lebih ketat lagi.

"Kalau yang 3 pelaku ini masih di bawah umur. Jadi kami kembalikan kepada orang tuanya. Sementara yang sudah cukup umur, kami lakukan penahanan," tuturnya.

Tag : hacker, peretas
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top