Teroris Serang Melbourne, Begini Kejadiannya

Aksi teror yang dilakukan seorang pria asal Somalia menggemparkan warga Melbourne, Jumat (9/11/2018) sore. Pelaku dilaporkan membakar sebuah pikup yang sarat dengan tabung gas di pusat kota Melbourne di Australia, menjelang jam sibuk sore hari.
Saeno | 09 November 2018 20:43 WIB
Mobil yang hangus terbakar dikelilingi garis polisi di Bourke Street, Melbourne, Australia, 9 November 2018. - AAP/James Ross via REUTERS

Bisnis.com, SYDNEY/ MELBOURNE –  Aksi teror yang dilakukan seorang pria asal Somalia menggemparkan warga Melbourne, Jumat (9/11/2018) sore.

Pelaku dilaporkan membakar sebuah pikup yang sarat dengan tabung gas di pusat kota Melbourne di Australia, menjelang jam sibuk sore hari.

Pelaku juga menikam tiga orang, menyebabkan satu korban tewas, sebelum dia ditembak oleh polisi.

Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, walau polisi menyebutkan tak ada kuat yang menguatkan serangan tersebut.

Pikup yang membawa tabung gas untuk barbekyu itu terbakar di Bourke Street yang ramai, tepat sebelum jam sibuk sore hari.

Beruntung tabung-tabung gas itu tidak meledak dan api padam dalam 10 menit, bersamaan dengan berakhirnya serangan teror tersebut.

"Kami masih mencoba mengumpulkan bukti apakah kendaraan tersebut dinyalakan, lalu dia mengeluarkan mobil atau apakah dia keluar dari mobil dan kemudian kendaraan itu terbakar," kata Komisaris Polisi Victoria Graham Ashton kepada wartawan.

Sementara itu, video yang diposting di Twitter dan disiarkan televisi menunjukkan pria itu mengayunkan pisau kepada dua petugas polisi, sementara di latar belakang tampak truk yang  terbakar.

Salah satu petugas menembak pria itu yang seketika ambruk ke tanah mencengkeram dada. Rekaman lain menunjukkan dua korban tikaman tergeletak di dekat pelaku.

Penyerang meninggal di rumah sakit, seperti yang dialami salah satu korban,  kata Ashton.

"Dari apa yang kami ketahui tentang individu itu, kami menganggap ini sebagai sebuah insiden terorisme," katanya Ashton terkait pelaku.

Sementara itu, Polisi Victoria menolak berkomentar ketika dihubungi tentang klaim ISIS. Sebelumnya, kelompok militan itu juga mengklaim bertanggung jawab atas pengepungan mematikan di kota itu pada 2017 ketika seorang pria Somalia tewas oleh polisi setelah menyandera seorang wanita.

Kesaksi Menkumham Yasonna Laoly

Peristiwa serangan teror itu secara kebetulan terjadi saat Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly sedang berada di Melbourne.

Dalam pesannya Yasonna menyebutkan ia menyaksikan penyerangan yang berlangsung sekitar pukul 16.20 waktu Melbourne tersebut.

“Menyaksikan langsung peristiwa yang diduga serangan seorang teroris. Baru saja saya turun dari tram di Burke Street, Melbourne. Seorang terduga teroris membakar mobilnya dan berusaha menyerang polisi setempat. Jarak saya sekitar 20 meter. Cukup dekat. Selain menyerang polisi, terduga juga menyerang dua orang pejalan kaki dengan pisau, menurut info satu orang meninggal. Polisi akhirnya menembak terduga teroris,” tulis Menkumham.

Sumber : Reuters/Instagram

Tag : terorisme, melbourne
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top