Prancis Ancam Beri Sanksi Arab Saudi Terkait Khasoggi

Pemerintah Prancis mengancama akan memberikan sanksi terhadap Arab Saudi jika terbukti terlibat dalam pembunuhan wartawan The Washington Post yang suka mengkritisi kerajaan, Jamal Khashoggi.
John Andhi Oktaveri | 01 November 2018 18:48 WIB
Sejumlah aktivis HAM memegang foto jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dalam unjuk rasa di luar Kedutaan Besar Arab Saudi di Istanbul, Turki, Selasa (9/10). - Reuters/Osman Orsal

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah Prancis mengancama akan memberikan sanksi terhadap Arab Saudi jika terbukti terlibat dalam pembunuhan wartawan The Washington Post yang suka mengkritisi kerajaan, Jamal Khashoggi.

"Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap mereka yang bertanggung jawab," kata Menteri Luar Negeri Prancis, Jean Yves Le Drian sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (1/10).

Prancis sebelumnya meminta pemerintah Arab Saudi untuk mengungkap kematian Khashoggi secara terbuka.

"Selama mereka yang bertanggung jawab dan keadaan di sekitar pembunuhan tidak dipublikasikan dan dievaluasi, kami akan terus menuntut kebenaran," katanya. Prancis merasa selama ini Arab Saudi terus menerus memberikan penjelasan berbeda-beda mengenai pembunuhan Khashoggi.

Saudi juga berjanji akan terus melakukan identifikasi orang-orang di balik pembunuhan dan akan menghukum mereka. Namun, hingga kini hasilnya masih nihil.

"Sejauh ini, kami masih belum mendapatkannya," ujar Le Drian merujuk pada kasus pembunuhan tersebut.

Tidak hanya Prancis, beberapa negara Barat juga terus menekan Arab Saudi terkait kasus itu. Jerman juga mengancam akan menghentikan penjualan senjata ke Riyadh jika terlibat pembunuhan tersebut.

"Saya pikir kita harus menunggu penyelidikan untuk menemukan pelakunya," ujarnya.

Arab Saudi merupakan salah satu pembeli terbesar dalam hal senjata, produk mewah, dan ekspor lainnya dari Prancis. Namun, Le Drian berkelit menyatakan volume pembelian Arab Saudi hanya tujuh persen dari keseluruhan ekspor senjata dari Perancis.

"Kami tidak bergantung pada Arab Saudi dalam hal itu," kata Le Drian.

Khashoggi menghilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Hingga kini, keberadaannya masih belum ditemukan dan masih dalam proses penyelidikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis, Jamal Khashoggi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top