PBB Minta Keterlibatan Penyidik Internasional dalam Kasus Khashoggi

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta dunia internasional ikut berpartisipasi dalam penyelidikan pembunuhan Jamal Khashoggi.
John Andhi Oktaveri | 31 Oktober 2018 10:41 WIB
Jamal Khashoggi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta dunia internasional ikut berpartisipasi dalam penyelidikan pembunuhan Jamal Khashoggi.

Kepala urusan Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan keterlibatan para ahli internasional independen diperlukan. Para ahli ini juga mesti diberi akses kepada saksi dan bukti-bukti yang ada.

"Penyelidikan yang akan dilakukan bebas dari setiap pertimbangan politik dengan melibatkan para ahli internasional dengan akses penuh ke bukti dan saksi sebagimana diinginkan,” paparnya dalam pernyataan resmi seperti dilansir Aljazeera.com, Rabu (31/10/2018).
 
Bachelet juga mendesak Pemerintah Arab Saudi untuk mengungkapkan keberadaan tubuh Khashoggi. Dia menambahkan bahwa pemeriksaan forensik dan otopsi sangat penting dalam penyelidikan terhadap pembunuhan yang terjadi di Konsulat Jenderal Arab Saudi itu.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Jaksa Arab Saudi untuk mencari tahu siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan tidak menyelamatkan orang-orang tertentu dalam penyelidikan tersebut. 

"Siapa yang mengirim 15 orang ini? Sebagai Jaksa Arab Saud, Anda harus mengajukan pertanyaan itu sehingga Anda bisa mengetahui kebenarannya dan mengungkapkannya," tegasnya.

Ke-15 orang yang disebut Erdogan mengacu pada orang-orang yang diduga berada di balik pembunuhan tersebut.

Seperti diketahui, Khashoggi hilang setelah masuk ke konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada Selasa (2/10). Tekanan pun muncul dari dunia internasional kepada Pemerintah Arab Saudi untuk mencari tahu keberadaan kolumnis Washington Post itu.

Pasalnya, Khashoggi dikenal sebagai pengkritik kebijakan Pemerintah Arab Saudi, terutama Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Namun, Arab Saudi mengklaim Khashoggi keluar dari konsulat beberapa jam kemudian dalam kondisi hidup. Hal ini bertentangan dengan penyelidikan sementara yang dilakukan Turki.

Setelah melakukan penyangkalan selama beberapa pekan, akhirnya Arab Saudi mengakui Khashoggi terbunuh di dalam konsulat dalam sebuah operasi yang bertujuan membawanya kembali ke Riyadh. Tetapi, MBS tetap diklaim tidak terlibat dan tidak tahu menahu tentang operasi tersebut.

Hingga kini, tubuh Khashoggi masih belum diketahui keberadaannya. Kejaksaan  Turki pun  telah mengajukan permohonan ekstradisi atas 18 warga Arab Saudi yang diduga terlibat.

Tag : pbb, Jamal Khashoggi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top