Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PBNU Imbau Masyarakat Tidak Terpancing Provokasi

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpancing provokasi dengan menggunakan isu agama yang mengarah kepada kehancuran bangsa.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 25 Oktober 2018  |  20:55 WIB
Ketua PBNU Said Aqil Siradj - ANTARA
Ketua PBNU Said Aqil Siradj - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA-- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpancing provokasi isu agama yang mengarah kepada kehancuran bangsa.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengakui bahwa masih ada sebagian lapisan masyarakat yang belum dewasa dalam berbangsa dan bernegara.

Dia juga mengimbau agar seluruh kelompok umat Islam melupakan aksi pembakaran bendera HTI beberapa hari lalu di Garut dan memikirkan kepentingan umat yang lebih luas lagi.

"Apa yang terjadi, sudahlah kita lupakan. Bendera HTI yang sudah terbakar ya sudah. HTI itu kan sudah jelas organisasi yang terlarang di Indonesia," tuturnya, Kamis (25/10/2018).

Dia berharap seluruh lapisan masyarakat saat ini bisa bergandengan tangan untuk sesuatu yang positif, bukan bergandengan tangan untuk hal yang negatif. Menurutnya, keselamatan bangsa dan negara harus didahulukan agar umat tetap bersatu.

"Yang sudah terjadi, ya sudahlah. Itu pembelajaran paling pahit tapi berharga. Ke depan semoga tidak terulang kembali," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hti pembakaran bendera pbnu
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top