Pembunuhan Jamal Khashoggi Harus Jadi Pelajaran

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan insiden pembunuhan jurnalis Jamal Khassoggi seharusnya menjadi pelajaran akan pentingnya perlindungan untuk profesi wartawan.
John Andhi Oktaveri | 23 Oktober 2018 13:14 WIB
Editor Opini Internasional pada Washington Post Karen Attiah menangis saat diwawancara Rabu (10/10/2018) tentang hilangnya rekan kerjanya wartawan Arab Saudi bernama Jamal Khashoggi. Dia hilang pada 2 Oktober di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan insiden pembunuhan jurnalis Jamal Khassoggi seharusnya menjadi pelajaran akan pentingnya perlindungan untuk profesi wartawan.

Menurutnya, kerja-kerja jurnalis harus dilindungi, termasuk keselamatan jurnalis sendiri. Apalagi kasus pembunuhan itu terjadi di wilayah diplomatik dan konsuler negara lain. 

“Semua pihak perlu untuk melindungi dan menjaga kebebasan pers dan keselamatan wartawan di seluruh dunia,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/10/2018).

Dia juga menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang sudah menjadi polemik internasional tersebut. Legislator dapil Jawa Tengah V itu mengatakan kejadian itu akan memperkuat pembahasan mengenai kebebasan pers dan keselamatan wartawan di seluruh dunia.

“Kasus tersebut telah memicu kemarahan global yang dibarengi dengan tuntutan agar tewasnya Khashoggi diungkap kepada publik,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kasus itu perlu diungkap dengan jelas dan terang serta disampaikan terbuka kepada media tanpa ada yang ditutupi,” katanya.

Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa wartawan Jamal Khashoggi tewas dalam perkelahian di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Pernyataan itu untuk pertama kalinya disampaikan pihak berwenang Saudi mengakui Khashoggi telah meninggal dunia setelah 17 hari menjadi polemik.

Terungkap pula, bahwa Wakil Kepala Badan Intelijen Ahmed al-Assiri dan penasihat media kerajaan Saud al-Qahtani, yang dikenal dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dipecat oleh Raja Salman.

Letnan Jenderal Ahmed al-Assiri adalah salah satu tokoh kunci di lingkaran dalam Putra Mahkota. Namanya meroket saat diangkat menjadi juru bicara Saudi dan koalisi pimpinan Saudi yang melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi, Jamal Khashoggi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top