Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid, Ini Kata Pengamat Teroris

Insiden pembakaran bendera berlambang tauhid yang bermakna Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Utusan Allah di Alun-Alun Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat Senin 22 Oktober 2018 pukul 09.30 WIB membuat sejumlah umat Islam marah.
Sholahuddin Al Ayyubi | 23 Oktober 2018 18:46 WIB
Ilustrasi bendera HTI - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Insiden pembakaran bendera berlambang tauhid bermakna Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Utusan Allah di Alun-Alun Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat Senin 22 Oktober 2018 pukul 09.30 WIB membuat sejumlah umat Islam mengecamnya.

Sebelumnya diberitakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras aksi pembakaran bendera bertuliskan tauhid oleh oknum Bantuan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-Alun Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat Senin (22/10/2018),  pukul 09.30 WIB.

Terlebih, pembakaran bendera tauhid itu dilakukan pada saat Hari Raya Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober dan pembakaran bendera itu juga telah disaksikan langsung oleh 4.000 santri asal Garut.

Pengamat Terorisme dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Robi Sugara mengatakan bahwa bendera tauhid tersebut memiliki lambang yang sangat pokok dalam ajaran Islam.

Bahkan, dia juga menilai lambang tersebut sangat efektif untuk digunakan sebagai salah satu strategi di tengah krisis identitas muslim di seluruh dunia yang kalah bersaing dengan sekulerisme dan liberalisme global.

"Bendera tauhid ini digunakan sebagai jalan untuk bisa menarik perhatian umat Islam secara lebih luas, karena lambang pada bendera ini sangat pokok di dalam ajaran agama Islam," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (23/10).

Selain itu, Robi juga menjelaskan bahwa bendera berlambang tauhid itu sudah seringkali digunakan oleh banyak kelompok Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ISIS dan Al Qaeda.

Bahkan, menurut Robi, negara Saudi Arabia dalam sejarahnya untuk memerdekakan diri dari Turki Ustmani juga ikut serta menggunakan simbol Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah untuk menegakkan syariat Islam.

"Ini bagian dari strategi bagi kelompok perlawanan yang saya sebut sebagai religious shield, di mana agama digunakan sebagai tameng pergerakannya atau dia berlindung di balik kalimat tauhid ini," kata Robi.

Dia memprediksi alasan lain banyaknya kelompok Islam yang menggunakan bendera berlambang tauhid berwarna hitam yaitu karena ada hadist yang menyebutkan pada saat perang akhir zaman nanti, panji bendera hitam bertuliskan Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah akan digunakan.

"Bisa jadi juga karena alasan ini. Ini terkait dengan hadist futuristik atau nubuwah dari Nabi bahwa di akhir zaman akan ada panji hitam," ujarnya.

  

Tag : bendera, Banser - Ansor
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top