"Surat Tuhan" Einstein Dilelang Rp22,5 Miliar

Fisikawan Nobel Albert Einsten memiliki sejumlah tulisan yang memuat berbagai pembelajaran. Surat-surat tersebut tidak hanya sarat makna tetapi juga memiliki nilai jual yang sangat tinggi.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 18 Oktober 2018  |  23:56 WIB
Fisikawan Nobel Albert Einsten - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Fisikawan Nobel Albert Einsten memiliki sejumlah tulisan yang memuat berbagai pembelajaran. Surat-surat tersebut tidak hanya sarat makna, juga memiliki nilai jual yang sangat tinggi. 

Salah satunya tulisan tangan Einsten yang memperdebatkan konsep agama, Tuhan, dan pencarian makna. Tulisan tangan yang disebut sebagai “Surat Tuhan” oleh Balai Lelang Christie tersebut akan ditawarkan sekitar US$1 juta hingga US$1,5 juta atau Rp22,5 miliar pada saat lelang 4 Desember mendatang di New York, Amerika Serikat.

Surat antik itu ditulis pada 1955 di Princeton, New Jersey, setahun sebelum ilmuan  hukum relativitas tersebut meninggal dunia.

 Surat sepanjang satu setengah halaman tersebut ditulisnya dalam bahasa Jerman untuk seorang filsuf Jerman bernama Eric Gutkind. 

Peter Klarnet, seorang spesialis buku dan manuskrip di Rumah Lelang Christie, mengatakan bahwa surat itu menjadi penting karena berisi tentang pandangan Einstein mengenai pusat penyelidikan universal sejak awal kesadaran manusia.

“Surat ini berisi makna kehidupan serta pernyataan definitive dalam perdebatan antara agama dan sains,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Einsten di dalam suratnya menganggap bahwa firman Tuhan hanyalah ekspresi dan produk dari kelemahan manusia itu sendiri.

“Alkibat hanya kumpulan legenda yang pantas dimuliakan tetapi masih agak primitive seperti legenda sederhana. Tidak ada intrepretasi, tidak peduli seberapa bijak, yang dapat mengubah apa pun (bagi saya) tentang hal ini,” tulis ahli fisika yang dikenal dengan teori realtivitasnya ini.

Di samping itu, Einsten juga mengkritisi identitas Yahudi. Meskipun dia sangat mencintai dan senang menjadi bagian dari bangsa Yahudi tersebut tetapi dia menilai bahwa Yahudi bukanlah bangsa terpilih seperti yang selama ini didengung-dengungkan, Yahudi menurutnya sama dengan yang lainnya.

“Bagi saya agama Yahudi seperti semua agama lain adalah inkarnasi takhayul yang paling kekanak-kanakan. Sejauh pengalaman saya, mereka sebenarnya tidak lebih baik darimanusia lainnya, saya tidak bisa melihat apa pun yang bisa “dipilih” tentang mereka,” tulisnya.

Einstein sendiri merupakan putra Yahudi dari Eropa tengah dan timur yang sekuler. Dia terpaksa melarikan diri dari Jerman setelah Adolf Hitler mengambil alih kekuasaan dan melakukan pembantaian kepada para kaum Yahudi. 

Selain surat mengenai tuhan ini, rumah lelang juga pernah menjual surat yang ditulis Einstein kepada Presiden Amerika Serikat Franklin Roosevelt, yang terjual seharga US$2 juta. Surat yang ditulis pada 1939 tersebut berisi tentang dorongannya untuk meneliti atom, yang kemudian berperan besar mengubah dunia sekaligus kehidupan Einstein.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
oh dunia, fisika

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top