Dituduh Curi Anggur, Mantan Asisten CEO Goldman Sachs Bunuh Diri

Seorang mantan asisten pribadi untuk CEO Goldman Sachs Group David Solomon nekad bunuh diri di tengah tuduhan pencurian botol-botol anggur langka bernilai lebih dari US$1 juta dari mantan bosnya itu.
Renat Sofie Andriani | 10 Oktober 2018 11:27 WIB
Ilustrasi bunuh diri - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang mantan asisten pribadi untuk CEO Goldman Sachs Group David Solomon nekat bunuh diri di tengah tuduhan pencurian botol-botol anggur langka bernilai lebih dari US$1 juta dari mantan bosnya itu.

Nicolas De-Meyer, 41, terjun dari kamarnya di lantai 33 Carlyle Hotel, East 76th Street, pada Selasa (9/10/2018) sekitar pukul 2.30 siang waktu setempat, menurut pihak kepolisian New York City.

Tindakan nekat itu dilakukan bertepatan pada waktu yang telah ditentukan untuknya mengaku bersalah di pengadilan federal.

De-Meyer, yang pernah bekerja untuk Solomon dari tahun 2008 hingga November 2016, dituduh mencuri ratusan botol - termasuk tujuh yang dianggap paling langka dan termahal di dunia - bernilai total sekitar US$1,2 juta. De-Meyer kemudian diduga menjualnya kembali.

“Saya dan Mary sangat sedih mendengar Nicolas mengakhiri hidupnya sendiri,” ujar Solomon dalam sebuah pernyataan melalui Goldman Sachs, menyebut nama istrinya, seperti dikutip Bloomberg.

“Dia dekat dengan keluarga kami selama beberapa tahun, dan kami semua sedih mendengar akhir tragisnya.”

Menurut jaksa penuntut, tugas-tugas rutin De-Meyer selama bekerja untuk Solomon di antaranya menerima botol anggur yang dikirimkan ke apartemen Solomon di Manhattan dan mengangkutnya ke ruang bawah tanah properti milik Solomon di East Hampton, New York.

De-Meyer diduga menggunakan nama samaran, Mark Miller, untuk menjual botol-botol anggur tersebut ke diler anggur yang berbasis di North Carolina.

Solomon, yang juga seorang kolektor ternama, mendapati perihal pencurian itu pada November 2016. Menurut jaksa, kepada Solomon, De-Meyer mengakui perbuatannya dan berjanji untuk membayarnya kembali.

Alih-alih, De-Meyer melarikan diri dan menghabiskan 14 bulan berikutnya di luar negeri, mengunjungi kota-kota termasuk Roma, Rio de Janeiro, dan Buenos Aires sebelum kembali ke AS.

Ia ditangkap pada bulan Januari setibanya di Bandara Internasional Los Angeles dan menghabiskan dua bulan berikutnya di tahanan federal sampai dibebaskan dengan jaminan uang tunai dan rumah ibunya di Ohio.

Pada saat De-Meyer bunuh diri, jaksa federal dan pengacaranya telah berada di pengadilan menunggunya muncul dalam sesi pengakuan bersalah.

Solomon, 56, yang diangkat menjadi CEO Goldman Sachs pada bulan Juli untuk menggantikan Lloyd Blankfein, memperoleh gelar Mr. Gourmet 2010 dari Society of Bacchus America. Mantan chief operating officer Goldman ini dikabarkan memiliki area penyimpanan 1.000 botol anggur di kediamannya di Manhattan.

Tag : bunuh diri, goldman sachs
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top