Survei SMRC: Jokowi Harus Belajar dari Pengalaman SBY

Calon presiden nomor urut satu Joko Widodo harus belajar dari pengalaman Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyusun kebijakan ekonomi jelang Pemilihan Presiden 2019 karena bisa berpengaruh terhadap elektabilitas.
Rahmad Fauzan & Stefanus Arief Setiaji | 07 Oktober 2018 21:51 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam sejumlah pertemuan/Antara/Bisnis - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA — Calon presiden nomor urut satu Joko Widodo harus belajar dari pengalaman Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyusun kebijakan ekonomi jelang Pemilihan Presiden 2019 karena bisa berpengaruh terhadap elektabilitas.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan bahwa jelang Pemilu 2009, elektabilitas SBY yang saat itu posisinya sama sebagai calon presiden petahana, sempat mengalami penurunan karena kebijakan ekonomi.

“Meski kemudian membaik lagi setelah kebijakan ekonomi yang dinilai tepat waktu itu. Itu pelajaran penting Jokowi menghadapi 2019 dari pengalaman SBY menjelang Pilpres 2008,” ujarnya saat memaparkan hasil survei SMRC, Minggu (7/10/2018).

Posisi Jokowi saat ini menyerupai SBY saat 2008. Saat itu, elektabilitas SBY selalu di atas pesaingnya Megawati Soekarnoputri. Hanya saja, elektabilitas SBY sempat terpeleset saat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Akan tetapi, penurunan elektabilitas itu tak berlangsung lama. Setelah itu, elektabilitas SBY naik lagi dan terbukti mampu memenangi Pilpres 2009.

Dari survey SMRC, tecermin bahwa tren elektabilitas Jokowi sebagai petahana menjelang Pilpres 2019 lebih baik dari tren elektabilitas SBY menjelang 2009. “Saat itu SBY menang, dan peluang Jokowi untuk menang lebih baik,” kata Djayadi.

Dari tiga isu penting, kondisi ekonomi, politik, dan hukum, tren persepsi masyarakat terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla cukup baik.

Dari sisi ekonomi, sebanyak 39,1% responden menilai kondisi ekonomi lebih baik. Selisih paling dekat adalah 29,3% responden yang menilai kondisi ekonomi tidak berubah atau sama saja. Ada 22% responden yang menilai kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dan jauh lebih buruk.

Publik cukup yakin dengan kondisi perekonomian pada tahun depan. Sebanyak 48,2% responden menilai kondisi ekonomi pada 2019 akan lebih baik.

Demikian pula dengan kondisi perpolitikan dan hukum yang trennya cukup baik dan terus naik berdasarkan survei SMRC.

 Sumber: Grafik hasil survei SMRC

Tag : jokowi, sby, susilo bambang yudhoyono
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top