Riset SMRC: Januari-Mei 2018, Elektabilitas Jokowi Sempat Turun Tajam

Lembaga riset Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mencatat tren Joko Widodo sebagai petahana, turun pada periode Januari—Mei 2018. Penurunan elektabilitas Jokowi hampir 8%.
Rahmad Fauzan | 07 Oktober 2018 15:54 WIB
Calon Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan capres Prabowo Subianto di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Kabar24.com, JAKARTA — Lembaga riset Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mencatat tren Joko Widodo sebagai petahana, turun pada periode Januari—Mei 2018. Penurunan elektabilitas Jokowi hampir 8%.

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengatakan bahwa tren elektabilitas Jokowi turun dari 65% ke angka 57,2%. Faktor yang membuat penurunan elektabilitas itu disebabkan salah satunya oleh faktor keamanan.

"Pada Mei 2018 ada persoalan bom di Mako [markas Komando] Brimob dan ada kasus bom di Surabaya. Evaluasi masyarakat atas situasi keamanan akibat kedua peristiwa itu, elektabilitasnya menjadi menurun tajam," ujar Djayadi, Minggu (7/10/2018).

Hanya saja, 3 bulan selepas Mei 2018, elektabilitas Jokowi kembali naik. Tren Jokowi meningkat dari  57,2% menjadi 60,2%.

"Kecemasan itu nampaknya sudah banyak berkurang pada beberapa bulan berikutnya hingga September 2018, sehingga dukungan pada Jokowi kembali naik," kata Djayadi.

Sementara itu untuk Prabowo Subianto, dalam rentang waktu Januari hingga Mei 2018, yang terjadi justru sebaliknya. Tren Prabowo sebagai penantang petahana melaju positif dari 24,8% menjadi 33,2%. Meskipun, pada tiga bulan berikutnya kembali bergerak negatif ke 28,7%.

Tag : jokowi, prabowo subianto
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top