Ini 6 Aksi Prioritas Penanganan Bencana Palu-Donggala

Pemerintah memprioritaskan enam aksi pada hari tanggap darurat bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala, Kota Palu, dan sekitarnya.
Samdysara Saragih | 01 Oktober 2018 18:52 WIB
Warga melintas di lokasi terdampak gempa di Petabo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Akbar Tado

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah memprioritaskan enam aksi pada hari tanggap darurat bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala, Kota Palu, dan sekitarnya.

Pertama, melanjutkan evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban. Saat ini, bantuan personil dan pelengkapan tim SAR gabungan terus berdatangan dari Badan SAR Nasional, TNI, Polri. Pencarian korban difokuskan antara lain di Hotel Roa-roa Palu, Sugi, Donggala, Balaroa.

“Alat berat diperlukan untuk evakuasi. Saat ini sudah ada alat berat didatangkan dari Mamuju, Gorontalo, Poso, dan Balikpapan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Prioritas kedua adalah pemakaman jenazah. Untuk Palu, BNPB telah berhasil mengidentifikasi 744 jenazah dari 821 korban jiwa. Para korban meninggal dunia tersebut rencananya dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Paboya.

“Sudah disiapkan 1.000 kantong mayat. Penggalian sudah dilakukan dan prosesi pemakaman sesuai dengan yang lazim dilakukan,” ucap Sutopo.

Penanganan ketiga adalah percepatan pemulihan jaringan listrik. Saat ini, sebanyak 216 personil PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) masih memperbaiki gardu induk dan jaringan listrik. Adapun, sebanyak delapan genset PLN telah diterbangkan pagi hari ini untuk disebar ke Palu dan Donggala.

Keempat, percepatan pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Menurut Sutopo, BBM akan dilakokasikan terutama untuk genset rumah sakit dan perangkat base transceiver station (BTS) seluler.

“Pertamina telah menerbangkan 4.000 liter solar dengan pesawat ke sana,” kata Sutopo.

Kelima, distribusi logistik dan sembilan bahan pokok untuk pengungsi. Sutopo mengatakan bantuan logistrik mulai berdatangan dengan pesawat Hercules TNI AU dan jalur darat.

Keenam, percepatan pemulihan jaringan telekomunikasi. Menurut Sutopo, akses telekomunikasi masih terbatas sehingga menyulitkan proses evakuasi. Salah satu kebutuhan mendesak untuk perbaikan jaringan seluler adalah solar.

“Solar BTS untuk Telkom akan dipenuhi 2.000 liter di tiga titik. Diterapkan dengan model voucher,” ujarnya.

Tag : bnpb, Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top