Rumah Sakit Terapung Unair Putar Haluan Menuju Donggala

Kami anggap Palu dan Donggala lebih membutuhkan bantuan sehingga kami putuskan untuk putar haluan menuju Donggala.
Choirul Anam | 01 Oktober 2018 16:54 WIB
Rumah Sakit Terapung Unair menuju ke Donggala untuk membantu korban bencana. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG – Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSTKA) atau Rumah Sakit Terapung Unair memutuskan untuk mengalihkan bakti sosial di kawasan Maluku Barat Daya menuju Donggala, Sulawesi Tengah, berangkat dari Alor menuju Makassar untuk membantu para korban tsunami dan gempa, Sabtu (29/9/2018).

Direktur RSTKA Dokter Agus Harianto mengatakan sesuai dengan renacana, RSTKA akan mengadakan misi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan dokter spesialis pada masyarakat yang tinggal di kawasan pulau-pulau perbatasan di kawasan Indonesia Indonesia Timur. Kegiatan tersebut sudah dimulai sejak 19 September lalu dan rencanannya akan berakhir 3 November 2018.

“Kami anggap Palu dan Donggala lebih membutuhkan bantuan sehingga kami putuskan untuk putar haluan menuju Donggala,” katanya dalam keterangan resminya, Senin (1/10/2018).

Pulau yang akan dijadikan lokasi kegiatan sosial meliputi Pulau Nusa Penida, Alor, Lirang, Wetar, Kisar, Leti, Moa, Lakor, Luang Barat, Luang Timur, Sermata, Babar, Banda, dan terakhir Wakatobi. Lokasi itu sudah dilakukan bakti sosial dengan lancar dan sukses yaitu Nusa Penida dan Alor.

Namun, rencana itu berubah seketika mengingat adanya bencana yang terjadi di Palu dan Donggala. RSTKA memutuskan untuk putar haluan menuju Donggala mengingat di sana ada bencana yang lebih membutuhkan penanganan cepat.

Dari Alor menuju Donggala berjarak 730 mil yang diperkirakan memakan waktu antara 3 sampai 4 hari.

Dokter Christrijogo Sumartono, Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga, sepuluh relawan RSTKA semalam sudah tiba di Makassar. Dengan pesawat Hercules akan menuju Palu.

Kesepuluh relawan SDM RSTKA tersebut, yakni Djoko Winarno, Yoppie Prim Avidar, M. Hardian Basuki, Shohibul Hilmi, Gozali Asparin, Wayan Dhea Agastya, Randy Yusuf Pratama Putra, Yos Kowara, Lejar Gumawang, dan Anang Wijaya.

Christrijogo mengatakan, kapal akan singgah di pelabuhan Makassar untuk mencari bahan bakar kapal, barang bantuan medis dan non medis, seperti tenda, obat-obatan, kateter, kain pembalut (perban), dan keperluan lain terkait penanganan korban.

Sekretaris Yayasan KMA Dokter Suwaspodo Henri Wibowo, juga menginformasikan, dimana pun kapal RST mau berlabuh sudah memperoleh bantuan kemudahan dari Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub. Hal itu sesuai dengan Surat telegram Dirjen Hubla Nomor TX-21/IX/DN-18 tanggal 24 September 2018.

Dalam surat telegram tersebut dinyatakan dan diinstruksikan kepada para syahbandar UPT Ditjen Perhubungan Laut yang disinggahi kapal RSTA sebagai pemberian pertolongan, agar diberikan kemudahan dan kelancaran terhadap penerbitan SPB dan pengangkutan barang yang diangkut.

Yayasan Ksatria Medika Airlangga membuka donasi melalui rekening CIMB Niaga: 703-849-215-300, Mandiri: 142-00-2017778-7, BRI: 0411-01000525-306.

Tag : unair, Gempa Palu
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top