Kemlu Koordinasi Bantuan dari Pemerintah Internasional untuk Sulteng

Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa Kemlu telah tergabung ke dalam Tim Nasional dan Satuan Tugas di bawah koordinasi Menko Polhukam Wiranto untuk menyalurkan bantuan dari pemerintah internasional ke Sulawesi Tengah.
Dwi Nicken Tari | 01 Oktober 2018 17:00 WIB
Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA—Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa Kemlu telah tergabung ke dalam Tim Nasional dan Satuan Tugas di bawah koordinasi Menko Polhukam Wiranto untuk menyalurkan bantuan dari pemerintah internasional ke Sulawesi Tengah.

“Dalam ucapan belasungkawa, juga disampaikan kesiapan dari negara sahabat untuk memberikan bantuan kepada Indonesia untuk menanggulangi bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah,” kata Armanatha, Senin (1/10/2018).

Dia menjelaskan bahwa sejak hari pertama telah banyak negara-negara sahabat yang menyampaikan belasungkawa dan kesiapan memberikan bantuan untuk Sulawesi Tengah, baik yang disampaikan melalui Menlu maupun langsung kepada presiden.

Untuk itu, dibentuklah Satgas yang akan mengoordinasikan bantuan-bantuan yang rencananya akan diberikan oleh negara-negara sahabat.

Sejauh ini, Arrmanatha menambahkan, Tim Nasional dan Satgas masih melakukan inventorisasi mengenai keperluan yang dibutuhkan di lapangan agar bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan.

“Saat ini masih dilakukan inventorisasi bantuan-bantuan apa saja. yang dibutuhkan, kita kan tidak bisa menerima semuanya,” ujar Arrmanatha.

Adapun dia memaparkan negara-negara yang mengindikasikan bakal memberi bantuan adalah AS, Uni Eropa, Perancis, Swiss, Norwegia, Jepang, Australia, Selandia Baru, Singapura, Thailand, China, India. Sementara dari organisasi internasional adalah UNDP.

“Tapi kembali lagi, ini semua masih kita lihat apa saja yang dibutuhkan,” tutur Arrmanatha.

Adapun terkait warga negara asing yang didata oleh Kemlu, terdapat 84 orang warga asing di Sulteng saat terjadi gempa. Adapun sejauh ini, sekitar 8 orang di antaranya masih terus dicari keberadaanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, menyampaikan lewat akun Twitter-nya bahwa BKPM akan mengoordinasi bantuan dari sektor swasta internasional sementara Kemlu akan mengoordinasikan bantuan antarpemerintah.

Tag : gempa
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top