KPU: Pemilu 2019 di Palu Harus Tetap Berjalan

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja mengatakan penyelenggara Pemilu bisa menggunakan tempat-tempat yang masih bisa difungsikan untuk melakukan kegiatan.
Jaffry Prabu Prakoso | 01 Oktober 2018 18:36 WIB
Warga berada di lokasi terdampak gempa di Petabo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Akbar Tado

Bisnis.com, JAKARTA — Meski proses pemulihan Palu dan sekitarnya belum bisa diprediksi, pelaksanaan pemilihan umum serentak 2019 di daerah terdampak gempa bumi dan tsunami  itu akan tetap berlangsung.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja mengatakan penyelenggara Pemilu bisa menggunakan tempat-tempat yang masih bisa difungsikan untuk melakukan kegiatan.

“Kita bisa gunakan kantor-kantor pemerintah daerah dan space yang kosong karena ini berkaitan dokumen saja,” katanya di Gedung KPU, Senin (1/10/2018).

Saat ini, Bawaslu sedang mendeteksi apakah ada kerusakan berat di kantor penyelenggara Pemilu. Bagja mengaku tahapan Pemilu di Palu agak sulit dilakukan dengan baik dan maksimal.

Di sisi lain tidak mungkin menghentikan kampanye di Palu dan sekitarnya karena berdasarkan peraturan, sudah saatnya masa penyampaian visi dan misi.

“Karena ini force majeure [hal di luar kuasa manusia], makanya usulan ini [menunda kampanye] akan kami pertimbangkan. Bagaimana apakah dihentikan atau tidak kita juga harus tanya-tanya ke KPU juga,” ungkapnya.

Tag : Gempa Palu
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top