Pemerintah Inventarisasi Persoalan Pasca Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Presiden Joko Widodo mengungkapkan sejumlah hal masih menghambat proses penanganan dampak gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.
Amanda Kusumawardhani | 01 Oktober 2018 10:35 WIB
Suasana jembatan kuning yang ambruk akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). Dampak dari gempa 7,7SR tersebut menyebabkan sejumlah bangunan hancur dan sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan sejumlah hal masih menghambat proses penanganan dampak gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.

Presiden Jokowi menyebut evakuasi belum bisa dilakukan secara maksimal karena jumlah alat berat masih terbatas.

"Tapi tadi malam alat sudah mulai masuk ke Palu, pertama," katanya di Monumen Pancasila, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Selain alat berat, Jokowi menguraikan masyarakat sangat membutuhkan makanan dan air bersih. Toko-toko diakui masih tutup dan air bersih tidak tersedia karena listrik masih mati.

"Kenapa listrik enggak ada? Karena dari 7 gardu yang ada yang hidup hanya 2. Yang 5 ada masalah, ini harus diselesaikan tapi juga tidak bisa dalam waktu singkat," tuturnya.

Untuk itu, Kepala Negara meminta didatangkan gardu mobile supaya persoalan ketersediaan listrik bisa segera diselesaikan.

Adapun bantuan makanan akan mulai dikirim per hari ini, Senin (1/10), dengan pesawat Hercules pada pukul 10.30 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

"Dari Jakarta langsung ada beberapa pesawat. Kemudian, dari sana diambil lagi dari Makassar, Balikpapan. yang ada lebih dekat," ucapnya.

Isu lainnya adalah ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai menipis karena jalur darat dan udara masih terputus. Hingga saat ini, jalur darat masih terputus karena ada beberapa jalan yang terkena longsoran dan jembatan yang runtuh.

Presiden mengaku sudah memerintahkan pengiriman BBM menggunakan pesawat khusus tangki BBM ke Palu.

Selain itu, berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor  HO755/18, Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah mulai dibuka untuk penerbangan komersial per 30 September 2018.

"Tapi, kemarin bandara sudah bisa dipakai meskipun baru 2.000 meter. Dalam sepekan akan diselesaikan sehingga normal kembali. Kehidupan sehari-hari masyarakat di sana," tambahnya.

Tag : jokowi, sulteng
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top