Suriah Membuka Kembali Jalur Nassib

Setelah ditutup selama 3 tahun, Pemerintah Suriah akhirnya membuka kembali jalur penyebrangan di perbatasan Nassib dan Yordania.
Dhiany Nadya Utami | 30 September 2018 07:47 WIB
Seorang bocah terlihat di puing-puing bangunan yang rusak di Douma, Ghouta Timur, di Damaskus, Suriah 21 Maret 2018. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Setelah ditutup selama 3 tahun, Pemerintah Suriah akhirnya membuka kembali jalur penyebrangan di perbatasan Nassib dan Yordania.

"Lalu lintas truk dan transit melalui perbatasan Suriah-Yordania telah mulai diberlakukan," kata pernyataan Kementerian Transportasi Suriah yang dikirim ke Reuters, seperti dikutip Bisnis pada Sabtu (29/9/2018).

Jalur Nassib sendiri dikuasai oleh para pemberontak pada 2015, hal tersebut memotong rute transit utama untuk ratusan truk pengangkut barang yang sehari-hari melintas dengan jalur mengarah ke Turki dan Libanon.

Sebelum pertempuran dimulai pada 2011 lalu, nilai transaksi yang melewati jalur tersebut mencapai miliaran dolar AS tiap tahunnya sehingga penutupannya membebani ekonomi Suriah dan negara-negara di sekitarnya.

Juli silam Menteri Ekonomi Libanon mengatakan bahwa penyeberangan Nassib adalah "arteri vital" bagi ekonomi Libanon dan kesepakatan harus dicapai untuk membukanya kembali.

Damaskus telah terlibat dalam pembicaraan teknis dengan Amman pada bulan September untuk melanjutkan pergerakan melalui rute Nassib yang direbut kembali oleh pasukan Suriah pada bulan Juli.
Pemerintah Suriah telah memulihkan kendali sebagian besar negara dengan bantuan dari sekutu-sekutunya termasuk Rusia dan Iran.

Tag : suriah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top