Pemilu Serentak, Polisi Antisipasi ‘Black Campaign’ di Media Sosial

Mabes Polri akan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memberantas black campaign melalui media sosial.
Sholahuddin Al Ayyubi | 26 September 2018 15:12 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Mabes Polri akan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memberantas black campaign melalui media sosial.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto memprediksi mesin politik akan semakin memanas, terutama di media sosial menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

Menurutnya, Polri perlu bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait agar dapat mencegah terjadinya konflik akibat mesin politik yang semakin memanas itu.

"Memang menjelang pileg dan pilpres mesin politik bakal memanas ya, jadi perlu diantisipasi agar tetap cooling down. Kami sudah bekerja sama dengan Kominfo dan BSSN untuk mengatasi hal ini di media sosial," tuturnya, Rabu (26/9/2018).

Setyo menegaskan Kepolisian akan menindak tegas siapapun yang melakukan ‘black campaign’ di media sosial.

Menurutnya, Kepolisian juga sudah menyiapkan tim khusus yang bertugas mengais seluruh konten di media sosial yang mengarah ke black campaign.

"Jadi bisanya ada postingan ujaran kebencian atau provokatif dan black campaign itu bisa dipidanakan," katanya.

Tag : polri, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top