Kasus Bakamla: Nama Politisi Demokrat Disebut, KPK Dalami Keterangan

Nama anggota DPR dari Partai Demokrat Donny Imam Priambodo kembali mencuat ke permukaan setelah salah satu tersangka Fahmi Darmawansyah mengatakan dirinya pernah bertemu dengan Donny.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 04 September 2018  |  17:40 WIB
Kasus Bakamla: Nama Politisi Demokrat Disebut, KPK Dalami Keterangan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. - Antara/Wahyu Putro

Kabar24.com, JAKARTA — Nama anggota DPR dari Partai Demokrat Donny Imam Priambodo kembali mencuat ke permukaan setelah salah satu tersangka Fahmi Darmawansyah mengatakan dirinya pernah bertemu dengan Donny.

Donny Priambodo dikatakan oleh Fahmi secara kolektif turut menerima uang Rp90 miliar dalam kasus dugaan suap proyek di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Menanggapi hal itu, Pimpinan KPK Agus Rahardjo mengatakan KPK secara pasti melihat langkah selanjutnya yang akan diambil.

"Ada laporan perkembangan penyidikan, penyidik pasti melihat langkah-langkah berikutnya," ujar Agus Rahardjo di kantor KPK di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Fayakhun Andriadi yang merupakan anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi Partai Golkar sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada 14 Februari 2018.

Fayakhun diduga menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa dia atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan proses pembahasan dan pengesahan RKAKL dalam APBN Tahun 2016 yang akan diberikan kepada Bakamla RI.

Fayakhun diduga menerima uang senilai Rp12 miliar dan US$300.000 ketika masih menjabat sebagai anggota Komisi I DPR. Saat ini, ia sudah tidak lagi berada di komisi tersebut, tapi duduk di Komisi III yang bermitra dengan KPK.

Fayakhun diduga menerima fee atau imbalan atas jasa memuluskan anggaran pengadaan satelit monitoring di Bakamla pada APBN tahun anggaran 2016 sebesar 1 persen dari total anggaran Bakamla senilai Rp1,2 triliun atau senilai Rp12 miliar dari tersangka Fahmi Darmawansyah melalui anak buahnya M Adami Okta secara bertahap sebanyak empat kali.

Selain itu, Fayakhun juga diduga menerima uang sejumlah US$300.000.

Fayakhun disangkakan melanggar 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, suap, bakamla

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top