Penembakan Massal Kembali Guncang Florida, Pelaku Sasar Turnamen Video Game

Seorang pria bersenjata memberondongkan tembakan dalam sebuah turnamen video game yang sedang disiarkan secara online dari sebuah restoran di Jacksonville, Florida, pada Minggu (26/8/2018) waktu setempat. Empat orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka.
Renat Sofie Andriani | 27 Agustus 2018 07:01 WIB
Ilustrasi penembakan - Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Seorang pria bersenjata memberondongkan tembakan dalam sebuah turnamen video game yang sedang disiarkan secara online dari sebuah restoran di Jacksonville, Florida, pada Minggu (26/8/2018) waktu setempat. Empat orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka.

Sheriff Jacksonville, Mike Williams, mengungkapkan tersangka penembakan yakni seorang pria berkulit putih telah tewas di tempat kejadian. Tidak ada komentar tentang apa yang menyebabkan penembakan massal terjadi untuk ketiga kalinya di Florida dalam dua tahun terakhir.

Puluhan ambulans dan mobil polisi digambarkan memenuhi The Jacksonville Landing, sebuah tempat makan, hiburan, dan belanja di pusat kota, setelah serangkaian tembakan terdengar pada Minggu sore.

Insiden itu terjadi saat kualifikasi regional untuk turnamen game online Madden 19 berlangsung di GLHF Game Bar di dalam restoran Chicago Pizza, menurut sebuah laman setempat.

Bar tersebut sedang menggelar siaran langsung kompetisi video game sepak bola ketika tembakan itu dimulai, menurut video dari streaming yang dibagikan di media sosial. Dalam video tersebut, para partisipan kompetisi dapat terlihat terkejut mendengar tembakan dan sejumlah orang terdengar menangis.

Salah satu pengguna Twitter, Drini Gjoka, mengatakan ia mengambil bagian dalam turnamen tersebut dan mengalami luka tembakan di bagian jari tangannya.

“Hari terburuk dalam hidupku," tulis Gjoka di Twitter, seperti dikutip Reuters. "Saya tidak akan pernah menyia-nyiakan apa pun lagi. Hidup bisa berakhir dalam hitungan detik.”

Partisipan lain, Chris "Dubby" McFarland, harus dirawat di rumah sakit setelah sebutir peluru menyerempet kepalanya. “Saya merasa baik-baik saja, hanya goresan di kepala saya. Trauma dan sedih," tulisnya di Twitter.

Los Angeles Times mengabarkan bahwa sang penembak adalah seorang gamer yang bersaing di turnamen itu dan kalah. Mengutip komentar partisipan lainnya, Times menyebutkan jika pria bersenjata itu tampaknya menargetkan beberapa korban sebelum bunuh diri.

Insiden terbaru ini terjadi di tengah perdebatan tentang undang-undang persenjataan di Amerika Serikat, yang didorong penembakan massal yang menewaskan 17 orang pada Februari di sebuah sekolah menengah di Parkland, Florida.

Dua tahun sebelumnya, seorang penembak menyerang sebuah klub malam di Orlando dan menewaskan 49 orang.

Tag : penembakan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top