PILPRES 2018: Ketua DPR Bocorkan Ciri-Ciri Ketua Tim Kampanye Jokowi-Mar'uf Amin, Siapa Ayo?

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan ketua Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (TKN capres-cawapres) Joko Widodo dan Ma'ruf Amin kemungkinan besar berlatar belakang militer.
Martin Sihombing | 23 Agustus 2018 16:06 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) dan Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) mengikuti Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018). Sidang bersama tersebut digelar dengan agenda penyampaian pidato kenegaraan oleh Presiden Joko Widodo. - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA -  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan ketua Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (TKN capres-cawapres) Joko Widodo dan Ma'ruf Amin kemungkinan besar berlatar belakang militer.

"Usulan kandidatnya dari purnawirawan militer, tapi masih menunggu persetujuan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf. Kalau sampai saat ini Pak Jokowi belum mengumumkan siapa ketua tim kampanye nasional, itu hanya persoalan teknis," kata Bambang Soesatyo di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Dukung Jokowi, Relawan Gatot Nurmantyo Ubah Nama Jadi Garda Nasional Rakyat

PILPRES 2019: Jokowi - Ma'ruf Amin Didukung Emak-Emak Relawan Super Jokowi

Menurut Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, TKN Jokowi-Ma'ruf yang diwakili oleh sekretaris jenderal dari sembilan partai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sudah menyerahkan susunan nama TKN ke KPU pada Senin (20/8), tapi belum ada nama ketua timnya.

Jabatan ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, kata dia, kemungkinan akan diisi oleh purnawirawan jenderal yang pernah menduduki jabatan tertinggi di TNI. "Informasinya seperti itu," katanya.

Politisi Partai Golkar ini menilai, dipilihnya figur berlatar belakang militer dengan pertimbangan sebagai bagian dari strategi memenangkan pemilu presiden 2019. "Pak Jokowi belum mengumumkan siapa tim tim kampanye, karena sangat berhati-hati dalam pengambilan keputusan," katanya.

Menurut Bamsoet, ketua tim dan struktur tim itu sangat menentukan kekuatan tim ini dalam menjalankan tugasnya ke depan, sehingga Jokowi dan para "stakeholder" untuk pemenangan Jokowi dua periode menjadi sangat hati-hati.

"Siapapun ketua tim kampanye yang terpilih bisa bekerja secara maksimal dan merangkul seluruh komponen relawan dan simpatisan untuk memenangkan Jokowi pada pemilu presiden 2019," katanya.

Sumber : Antara

Tag : Pilpres 2019
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top