Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kumpulkan Pengusaha DAS Citarum, Luhut Evaluasi Penanganan Limbah

Menteri Koordinator Maritim Luhut B Pandjaitan menggelar pertemuan dengan pengusaha dan industri dalam rangka percepatan penanganan limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 01 Agustus 2018  |  11:56 WIB
Kumpulkan Pengusaha DAS Citarum, Luhut Evaluasi Penanganan Limbah
Menteri Koordinator Maritim Luhut B Pandjaitan menggelar pertemuan dengan pengusaha dan industri dalam rangka percepatan penanganan limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Rabu (1/8). - JIBI/Wisnu Wage
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Menteri Koordinator Maritim Luhut B Pandjaitan menggelar pertemuan dengan pengusaha dan industri dalam rangka percepatan penanganan limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Pertemuan yang digelar di Hotel Hilton, Bandung, Rabu (1/8/2018) tersebut juga dihadiri oleh Penjabat Gubernur Jabar M Iriawan, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi, Kajati dan puluhan pengusaha dan pemilik industri di bantaran Citarum.

Luhut mengatakan pertemuan kesekian kalinya ini pihaknya tetap menekankan agar para pengusaha serius bersama pemerintah mengatasi persoalan limbah Citarum.

“Kita harus tekad, jangan bicara politik disini, jangan minta perlindungan, mint perlindungan ke Tuhan saja, sepanjang Anda sesuai aturan jangan takut,” ujar Luhut.

Menurutnya, akibat persoalan limbah tak hanya mengancam masa depan warga Jawa Barat yang bisa mengalami stunting, namun juga berakibat pada rusaknya ekosistem laut.

“Delapan puluh persen sampah di laut datangnya dari darat dari sungai Ciliwung, Citarum. Laut kita terkotor kedua di dunia, jadi komitken kita bersihin di darat. Akibat pariwisata juga terdampak bagaimana turis mau datang?” tanya Luhut.

Menurutnya, secara berkala urusan yang dikomandoi Satgas Citarum Harum ini akan terus mengevaluasi dan memperbaharui tindakan penanganan di lapangan.

“Ini harus kita selesaikan, kita perbaiki ramai-ramai. Dampak 11% GDP terganggu. Saya berharap masyarat Jabar yang terkenal dengan kepintaran dan spiritnya tunjukan. Teman teman pengusaha jangan main-main. KPK bisa kita ajak karena menganggu merugikan negara soal pajak, kami tidak mau itu jika kita selesaikan dengan baik,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citarum
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top