Pegawai PLN Terlibat Terorisme. Begini Keputusan Manajemen

Management PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyerahkan sepenuhnya proses penanganan oknum pegawainya yang terlibat terorisme kepada proses hukum.
Newswire | 29 Juli 2018 14:43 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU - Pihak PLN membenarkan salah satu pegawainya terlibat dalam kasus terorisme.

Management PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyerahkan sepenuhnya proses penanganan oknum pegawainya yang terlibat terorisme kepada proses hukum.

"Untuk saat ini kami percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memroses staf PLN yang terlibat teroris sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Manager SDM dan Umum PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Habibollah melalui surat elektroniknya kepada Antara di Pekanbaru, Minggu (29/7/2018).

Habibollah menjelaskan bahwa benar adanya pegawai PLN yang ditangkap oleh Polisi pada Jumat 27 Juli 2018 kemarin merupakan seorang staf di salah satu Rayon Kota Pekanbaru.

"Terkait adanya pemberitaan tentang penangkapan saudara D, yang merupakan salah seorang karyawan PLN, Pekanbaru benar adanya," ujar Habibollah.

Habibollah mengakui tidak bisa memberikan komentar lebih banyak terkait staf PLN yang terlibat terorisme. Ia juga membantah kalau D adalah pejabat atau petinggi di PLN.

"D hanya selaku staf bukan petinggi di salah satu Rayon Kota Pekanbaru," tegas Habibollah.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah menangkap seorang terduga teroris yang disebut sebagai salah satu penyandang dana rencana aksi terorisme pada Mako Brimob, di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Habibollah mengatakan pihaknya mengetahui penangkapan yang dilakukan di salah satu kecamatan kota Pekanbaru pada Jumat 27 Juli 2018 terhadap D dari media.

Berdasarkan penyelidikan polisi, terduga teroris memiliki inisial D dan bekerja sebagai pegawai di PLN Area Pekanbaru.

"Di luar pernyatan di atas pihak PLN tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut," tukasnya.

Perlu diketahui sebelumnya diberitakan Detasemen Khusus 88 Antiteror tekah menangkap lima terduga teroris dari penggerebekan yang dilakukan di sejumlah tempat di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (27/7/2018).

"Bahwa benar telah dilakukan penangkapan terhadap lima orang terduga teroris di wilayah Riau oleh tim Densus 88 Polri dibantu Polda Riau," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Sabtu malam.

Informasi penangkapan lima terduga teroris di Pekanbaru sebelumnya telah beredar di kalangan wartawan setempat. Namun, Polda Riau baru bersedia membenarkan operasi penangkapan tersebut.

Meski membenarkan adanya penangkapan lima terduga teroris di Bumi Melayu itu, Sunarto belum bersedia menjelaskan identitas kelima terduga teroris yang diamankan tersebut.

Begitu juga dengan kronologis serta barang bukti yang disita dari penangkapan yang dilakukan secara maraton itu.

"Nanti Mabes yang rilis. Kita di sini sifatnya hanya back up," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Antara di Pekanbaru, ke lima terduga teroris tersebut ditangkap di lima kecamatan berbeda di Kota Pekanbaru.

Masing-masing terduga teroris yang ditangkap tersebut adalah RH alias Abdullah alias Yusuf, MPA alias Boy, N, AHD alias Daulay, dan terakhir R.

Para terduga teroris tersebut diduga terlibat dalam rencana penyerangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Mei 2018 lalu.

D disebut-sebut sebagai penyandang dana aksi terorisme tersebut.

Sumber : Antara

Tag : PLN, terorisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top